secangkir coklat hangat, sepotong cheese cake, dan……

secangkir coklat panas, sepotong cheese cake,
dan….
aku yang menunggu kedatangannya…
menunggu di kafe ini….
secangkir coklat hangat, sepotong cheese cake,
dan…
 
hujan pun turun di luar
akh…untung saja aku tidak memilih untuk duduk diluar. lihat saja orang-orang yang duduk di luar berlarian  mencari tempat berteduh
aku tersenyum melihatnya…kasihan juga tapi lebih tepatnya bersyukur karena tidak memilih untuk duduk diluar.
secangkir coklat hangat, sepotong cheese cake,
dan…
aku melirik jam yang melingkar di tangan kananku
sudah  sore rupanya, tapi dia belum datang….
hmmm tidak masalah…aku akan menunggu dia
secangkir coklat hangat, sepotong cheese cake,
dan…
 
aku mulai gelisah, kenapa dia belum datang?
aku merasa jantung ku seperti berlomba dengan pikiran ku
tanganku berkeringat…
aku menarik napas dalam-dalam
lalu aku melirik ke kaca di kafe itu…refleks aku merapikan rambut ku yang mulai berantakan
dalam hati aku bertanya “mungkinkah dia akan datang?”
 
secangkir coklat hangat, sepotong cheese cake,
dan…
senja pun usai….
 
tidak ada jingga di langit sekarang
yang ada hanya pekat…gelap
hujan sudah reda beberapa saat yang lalu
orang-orang pun mulai menutup payungnya dan meramaikan jalan-jalan di kota
bau tanah pun mulai berganti dengan cahaya lampu metropolitan
aku masih tetap duduk di kafe ini menunggu dirinya
jari-jari ku mengetuk-ngetuk ujung meja
mataku menerawang menembus kaca kafe melihat keadaan diluar
nanar melihat senyum orang-orang disana, seakan-akan mereka gembira karena hujan telah reda…
namun dia belum datang juga…
secangkir coklat hangat, sepotong cheese cake
dan…
tiba-tiba pintu kafe terbuka
refleks aku melemparkan pandanganku ke arah pintu itu
orang itu tersenyum padaku….aku pun tersenyum padanya…
oowww bukan…dia tidak tersenyum padaku namun pada gadis lain yang duduk di belakang ku
sedetik lalu terbersit harap bahwa yang datang adalah dia
namun ternyata…dia belum datang…
secangkir coklat hangat, sepotong cheese cake
dan…
malam kian pekat
satu per satu pengunjung kafe itu berlalu
mungkin mereka kembali pulang kerumah atau mungkin mencari kafe yang lain
sepi pun merayapi tempat ini
pelayan kafe mulai membersihkan tempat kerjanya
aku…
masih menunggu dia
 
pelayan kafe menghampiriku dan berkata
“maaf…kami akan segera tutup…”
aku pun mengangguk enggan seakan ada yang menyuruhku untuk tetap di kafe itu…
aku pun berdiri lalu mengambil tas ku
mata ku melihat keseliling kafe…sepi…hanya tersisa aku…
aku pun melangkah menjauhi meja yang sejak tadi ku tempati
pelan aku berjalan keluar
dan aku melihat secangkir coklat yang sudah dingin dan sepotong cheese cake yang masih utuh di atas meja yang sedari tadi aku tempati
dia tidak datang….
tidak pernah datang……
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s