ketika semua itu…..

meneropong dari balik mega merasakan tanya yang menari-nari dalam imaji

merasakan sepi yang kian kelam yang telah menjadi bagian dari hidup

tidak tau kemana biduk ini akan berlayar

serupa awan yang tidak berbentuk mencoba mencari wujud

namun samar yang terlihat

bayangan kian pekat, hina diantara terang membakar

rindu akan dulu wangi yang menebar aroma surga

sayang surga tak lagi ku cecap

aku lupa apa surga itu

amis saja yang kini ada dihidungku

ketika semua itu…

tidak bermakna

tak ada tujuan

tak mampu biduk kecil ini berlayar ditengah samudra

terlalu pengecut menantang ombak

kecil otak ini ketika semua sudah lebur

akh dan mata ini…mata ini tak mampu memandang kenyataan

rasanya ingin sembunyi dibalik keindahan semu yang ternyata palsu

darah…hanya darah yang aku cecap dineraka ini

sayang hitam terlalu pekat yang aku hirup memenuhi pernafasanku

aku tidak ingin berada disini

dengan mereka yang mencecar aku

mencambukku

mengiris-iris setiap potongan-potongan keyakinanku

membuangnya ada anjing yang memakannya

tidak ada yang palsu di neraka ini

biduk ini akan tetap berlayar

menikmati sakit neraka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s