percakapan malam bersama teman

semalam saya berbincang-bincang dengan seorang teman
hampir setahun ini kita menghabiskan waktu bersama…bahkan tidur bersama…(ups ini bukan tidur seperti yang kalian bayangkan…ini tidur cara anak2 natas yang seperti ikan pepes dalam 1 ruangan)

malam itu pertama kali saya melihatnya menangis
ah ternyata sekuat-kuatnya seseorang dia tetaplah manusia yang butuh mengeluarkan emosinya
dan bahwa menangis itu bukan tanda kita lemah….

dia menceritakan segalanya kepada kita yang saat itu sedang menimati makan “tengah” malam
menceritakan tentang segala perasaannya yang dipercaya memegang tanggung jawab sebagi ketua umum event yang cukup besar yaitu Jaksa
dan menceritakan semua tentang kesulitan dia untuk berkomunikasi didalam forum dan bagaimana dia sangat menjaga perasaan teman-mtemannya
satu hal yang saya tangkap bahwa selama ini lingkungan yang membuat dia menjadi sosok “pendengar” tapi bukan sebagai pemberi solusi

ahh dia salah…
seandainya dia tau bahwa dia adalah orang yang bisa memberi solusi yang menurut saya cukup masuk akal
seperti contohnya ketika saya meminta sarannya tentang niat saya untuk memakai jilbab
dia memberikan rasionalisasi kepada saya bahwa beban seorang wanita yang berjilbab adalah beban yang ditempelkan oleh masyarakat, bahwa akan ada “tempelan” tidak boleh begini, tidak boleh begitu, harus begini dan harus begitu. peraturan tersebut yang menciptakan adalah masyarakat itu sendiri agar terbentuk citra ideal versi mereka.

rasionalisasi yang dia berikan sangat masuk akal, dan kembali dia berkata bahwa saya harus lihat kembali tujuan saya berniat untuk menutupi kepala saya dengan selembar kain bernama jilbab itu apa? aahhh teman…kamu bahkan bukan seorang muslim tapi kamu yang lebih tahu tentang agama ku dan konflik yang aku rasakan.

kembali ke percakapan antara saya, teman saya, dan 3 orang lain yang juga teman kita.
sedikit banyak saya tahu bahwa saya cukup beruntung karena saya memiliki ruang untuk mendengar dan didengar.
tapi kadang pembawaan saya yang terlalu santai sampai mungkin ada yang menganggap bahwa saya tidak serius….aah sudahlah itu tidak penting…yang penting bagi saya cukup mengetahui bahwa ada teman yang membutuhkan ruang untuk didengar…dan saya mencoba untuk bisa menjadi pendengar bagi dia…

semangat ya teman….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s