kisah tentang pelangi

kisah tentang pelangi….

beberapa hari yang lalu saat aku ingin merapikan tumpukan-tumpukan buku di rak kamar kos ku, aku menemukan secarik kertas di antara lembar-lembar cerita di sebuah buku yang berjudul Love Story karya Nicholas Krauss… secarik kertas kusam yang ditulis tangan dengan tinta yang mulai meluntur…

dadaku berdetak, karena aku merasa mengenal tulisan tangan itu…tulisan tangan dari pemilik tangan yang pernah menggenggam erat tanganku
secarik kertas lusuh itu aku genggam erat, saat itu yang ada dipikiranku ingin membuang saja secarik kertas lusuh itu, tapi entah mengapa ada dorongan yang memaksaku untuk membaca tulisan di secarik kertas lusuh itu…

kisah tentang pelangi…
aku menyukai hujan dan begitu pun dirimu…aku selalu merindukan hujan dan juga kamu
aku mencintai hujan dan juga kamu mencintainya
tapi aku lebih menyukai pelangi, entah mengapa
dan hey…namamu juga berarti pelangi (walaupun kamu selalu mengatakan arti namamu adalah senyum)
dan memang kamu seperti pelangi…unik…
pelangi itu unik…mengapa? karena pelangi itu kaya….
pelangi tercipta dari keajaiban alam…
tercipta dari nyanyian hujan dan hangat matahari
pelangi itu kaya….dia beda…berwarna
pelangi itu seperti manusia
manusia yang diciptakan berbeda…
tapi itu yang memberi warna pada dunia

sekarang aku membenci pelangi
karena pelangi tetap terlihat indah dengan perbedaannya
namun manusia tidak bisa terlihat seperti pelangi
perbedaan menempatkan manusia pada “kotak-kotak” yang diberi label
AGAMA, SUKU, RAS, BANGSA, dan STATUS SOSIAL…

aku benci pelangi
sangat membencinya
semakin aku benci pelangi aku semakin membenci kehidupan ini yang menempatkan kita pada perbedaan
mengapa kamu dan aku tidak bisa bersama?
apa karena kita berbeda?
warna kulit kita, agama kita, dan suku kita???
aahhh aku benci semua itu…

tapi seperti katamu…”kita memang diciptakan berbeda untuk merasakan sakit karena perbedaan itu…kita akan berjalan di jalan yang berbeda, dan tetap menyimpan perbedaan itu sebagai bagian dari hidup kita…”
kita memang menyebut nama Tuhan kita dengan nama yang berbeda
kita dibesarkan dengan adat yang berbeda
namun kita manusia yang ingin menjadi seperti pelangi
andai itu bisa….kita akan berakhir indah seperti kisah pelangi…

 

 

secarik kertas lusuh itu kini tersimpan diantara tumpukan buku-buku ku

entah kapan, tapi aku yakin kisah tentang pelangi ini akan selesai dan aku yakin bukan aku yang menyelesaikannya

karena aku dan dia sudah menyerah kepada sistem yang telah mengkotak-kotakkan aku dan dia

dan jangan pernah membenci pelangi….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s