tunjukkan padaku dimana Doraemon tinggal

beberapa malam yang lalu saya ber-sms ria dengan seorang kawan dan seperti biasa sms nya permainan gombal-gombal gak jelas.

satu sms nanya “kamu dimana?”

dan aku jawab “saya ingin ada di dunia lain, di tempat lain, ternyata saya masih ada di bumi di dunia nyata…tolong beritahu dimana doraemon itu tinggal karena saya ingin kembali ke masa lalu”

lalu dia mengatakan kalo saya begitu goblok karena masih memikirkan waktu yang telah lewat…dia lalu meminta saya menceritakan apa yang menjadi beban saya….

saya hanya tidak bisa menceritakan detail apa yang menjadi beban saya, saya hanya ingin benar-benar menghilang, tidak ingin melihat, mendengar atau berpikir apapun juga…ingin menutup mata tapi yang ada banjir air mata….

saya benar-benar ingin kembali ke masa lalu

kembali ke masa lalu, saya ingin menjadi anak kecil lagi yang bebas main, main sepanjang hari, ketawa lepas dan bebas menangis lalu lari ke pelukan ibu. saya ingin jadi anak kecil yang melihat barisan tentara lewat didepan rumah dan dengan rasa penasaran mencari dimana sosok bapak yang berdiri diantara barisan pasukan hijau itu. saya ingin mengulang masa ketika sore datang saya dan adik-adik saya duduk dengan manis di depan TV sambil menyantap kudapan yang dibuat oleh ibu, menunggu bapak pulang dan berlari ke pelukannya lalu berebut untuk melepas sepatu lars nya yang berat.

saya hanya ingin jadi anak kecil lagi, yang bebas manjat pohon dan membuat baju saya bernoda karena getah…saya ingin merasakan ramadhan seperti saat saya masih kecil, dan ibu yang selalu membangunkan saat sahur dan mengajarkan doa-doa pada saya dan adik-adik saya dan ketika bapak sholat, saya ingin bergelantungan di punggungnya. ingin lagi belajar matematika ditemani bapak lalu tidak sabar menunggu pagi dan memamerkan hasil kerjasama saya dan bapak ke teman-teman. membangun kandang ayam dengan bapak, memandikan burung dan bercanda dengan ibu saat dia masak.

saya hanya ingin kembali jadi anak kecil…anak kecil yang (masih) memiliki keluarga yang bahagia, hidup sederhana di rumah kecil dengan hewan yang banyak. saya hanya ingin jadi anak kecil lagi yang bisa untuk tidak memilih.

apa orang dewasa selalu egois?

kata orang menjadi dewasa itu pilihan, tapi saya hanya ingin menjadi anak kecil saja

tidak usah memilih dan bisa lepas dari beban untuk memilih…

ide besar dari sebuah pertemuan adalah perpisahan

itu kata seorang kawan pada saya malam itu….

hanya menghitung hari saat perpisahan itu benar-benar terjadi dan menurutku itu bukan sebuah ide, tapi pilihan paling egois dari mereka…semua hanya tinggal menghitung hari saja…dan saya ingin kembali menjadi anak kecil lagi

tolong beritahu saya dimana Doraemon tinggal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s