pagi tadi

bukan seperti pagi tadi ketika aku bertemu denganmu lalu kita hanya duduk diam dan melihat lalu lalang orang yang ada dibandara datang dan pergi….ya seperti kita…seperti ‘kejutan-kejutan’ yang selalu kita alami…tidak ada yang ingin aku tanyakan karena seperti biasa kamu sudah tau apa yang ingin aku tanyakan….

semua sistem otakku serasa berhenti dan tidak mampu berpikir ketika kamu mengatakan “ya dia sudah meninggal”…lalu kita kembali diam dan hanya duduk melihat orang yang datang dan pergi

aahhh aku merasa Tuhan sedang bercanda denganku…yaaa..Dia seolah membuat skenario hidupku jadi seperti cerita sinetron murahan jam 7 malam…aku tidak tau akan ada kejutan apa lagi nanti

dan maaf…malam ini aku tidak ingin bertemu denganmu aku hanya tidak tau harus bersikap dan seperti apa di hadapanmu sekarang, kita seperti 2 orang asing yang baru pertama bertemu..hanya diam dan tidak ingin mengucap satu kata pun seperti ingin berkata “hai boleh tau nama kamu siapa?” ya seperti itulah kita….

kita bukan lagi anak SMP yang dengan malu-malu mencuri pandang, dan kita bukan lagi sepasang Galih dan Ratna dengan seragam putih abu-abu kencan diam-diam….kita bukan seperti itu lagi..pagi tadi aku mencari apa yang telah hilang dari diriku…waktu…ya waktu telah menyembunyikan perasaan yang dulu aku nikmati, hanya sekarang entah dimana waktu menyembunyikannya…

maafkan aku…aku hanya takut…perasaan takut dan sakit yang dulu pernah aku alami, seorang teman bertanya padaku apakah aku masih mencintaimu? bagaimana aku menjawabnya sedang aku takut… dan dia berkata mungkin ini jalan Tuhan…jalan yang Tuhan berikan untuk aku mencari siapa aku sebenarnya tanpa kamu….

aaahhh jalan seperti apa…bagaimana bisa ada jalan seperti ini….

dan aku hanya ingin sendiri….maafkan aku…….

Advertisements

2 thoughts on “pagi tadi

  1. jalan Tuhan itu nggak Dia bikin sendiri. kamu punya hak dan andil untuk turut menentukannya. pada akhirnya memang kamu yang harus memilih, seterpaksa apa pun itu, tetap sebuah pilihan.

    nggak usah buru2, waktu akan memberi tahu di mana ia menyimpan perasaanmu. tanyakanlah padanya.

  2. ya memang pada akhirnya kita harus memilih, memilih yang masih menjadi misteri dan menurut kita itu benar…

    bingung Pit…sangat bingung…
    aku mencoba bersahabat dengan waktu, ya pada akhirnya aku harus bersahabat dengan waktu untuk mencari yang dulu hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s