ada badai dalam rona senja

hujan

hujan,

apakah kamu sudah bertemu dengan badai? ya dia badai…badai yang sudah masuk ke dalam relung-relung waktu dan menyusup dalam sudut pikiranku

aku tidak suka pada badai, hujan aku tidak menyukai dia

sungguh tidak menyukai badai…

dan benar-benar tidak menyukai dia….

namun mengapa badai yang datang saat kamu bersembunyi ?
mengapa badai yang tertawa saat aku marah?
dan mengapa badai yang mencecarku saat aku berkata aku menyukai laut?
 

 
 
 

hujan, maafkan aku menanti badai  maafkan aku hujan, entah mengapa aku mulai menanti badai

aku menunggu kabar dari badai dalam malam sebelum terlelap  dan menulis ribuan kata rindu yang aku titip pada angin….

aku menanti badai, hujan…menanti suara badai ketika aku lelah dan penat

 

 

aku marah pada badai ketika dia bersandar pada subuh dan tergoda oleh senja

namun aku masih tersenyum padanya, karena marah,  karena aku menyukai dia…


hujan maafkan aku, karena aku tidak datang menemui laut…
aku sudah tidak mengenal laut…aku asing padanya…
maafkan aku hujan, ketika aku berdiri bersama laut tak kutemukan samudra di matanya
laut…aaahhh yaa aku pernah memiliki kenangan bersama laut, dan kamu hujan…

 

hujan,

kamu tau kisahku bersama laut…kini laut datang lagi ketika camarnya telah pergi

aku takut bertemu laut, hujan… aku takut…

laut sudah pernah menenggelamkan aku dalam luka, kenapa dia datang lagi dengan ombak dan memintaku kembali menghuni menara yang sudah aku tinggalkan…hujan aku bingung, namun aku tetap menanti badai hujan..entahlah…badai sudah menghuni setiap lekuk waktu yang aku susun

 
badai…
ada badai dalam rona senja
senja yang katanya anggun dan sederhana
senja yang dipuja badai, karena ada badai dalam senja

hujan…

ayo kita pulang, karena badai sudah bertemu senja, tak pantas kita menunggu badai karena badai sudah bersama senja…

hujan ayo kita menari lagi..menari lagi dan bernyanyi bagi badai dan senja…tidak..aku tidak apa-apa, karena kamu hujan seperti biasa mampu menyembunyikan dukaku….yaa aku yakin tidak apa-apa, karena sama seperti laut, badai akan pergi

hujan,

ayo kita pulang dan menari lagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s