malam…..

malam,
apa kabarmu hari ini?
katakan padaku, ceritakan padaku tentang hari kamu menjelajah waktu….
 

 

 

 

 

 
 
 
malam,
malam ini aku berteduh di sudut sebuah cafe kecil yang meregang dalam temaram
hujan tercurah, titik-titik basah bersenandung seiring rinainya
dihadapanku terhidang secangkir kopi hitam, pekat
asapnya membumbung mengantarkan imajiku tentang kamu, malam
tanyaku berpendar seiring liukannya “sudah berapa cangkir kopi yang kau teguk hari ini?”
mengapa kamu selalu bisa mencecap bercangkir-cangkir kopi, sedang sistem ditubuhku tidak mampu menerima caffeine?

malam,

sudahkah kau bertemu matahari?
apa yang dia katakan padamu tentang hari saat dia membakar dunia?
lalu apa kabar hujan? tidakkah kau katakan padanya bahwa aku sangat mengagumi senandung rinainya?

malam,

boleh aku bertanya?
Bertanya tentang senja yang kau kagumi…
Karena aku menemukan semburat merah diwajahmu ketika berbincang tentang senja
Apa senjamu masih sesederhana dulu?
Masih kamu mengabadikan dia dalam rangkaian kata yang tak akan pernah habis?
Apa dia yang membuatmu bisa berkata “aku rindu”

Hujan bersenandung dalam gelap, malam dan hujan, pekat dan basah…sayang aku hanya sedang tidak ingin bermain bersama senandungnya, bahkan tidak ingin menjulurkan jari-jariku seperti biasanya..aku hanya ingin mengenangmu malam, mengenang pekatmu, gelapmu…

 

 
Malam,
Tidakkah kau masih ingat saat malam itu kita menjelajah sudut kota
Temaram lampu kota dan kita yang tersesat
Dan aku hanya ingin mengenangnya, menyimpan wajahmu yang coba aku ukir dan kusimpan dicelah ingatanku…
Malam, aku hanya takut lupa
Malam,
Aku mohon diamlah, diam dan tenanglah
Aku hanya ingin melukis garis-garis wajahmu saja
Mengingat setiap lekuk wajahmu yang kemudian akan kusimpan dalam sudut ruang ingatanku

 

Seperti yang aku katakan…aku hanya takut lupa
 
 
 
Malam,
Tidakkah kamu tenang
Diam dan biarkan aku yang berbicara
Bicara dalam sandi, dalam bahasa yang tak mampu mulut ini ungkapkan,
Bicara dalam bahasa sunyi, karena kamu malam, kamu yang membuat seluruh sistem ditubuhku mati
Karena kamu malam, aku tak memiliki kekuatan
 
 
Malam,
Aku mohon, mohon diam dan tenanglah
Bisakah kamu tidak berpikir tentang dia, tentang mereka, tentang aku atau tentang kamu?
Bisakah untuk malam ini saja kita tidak memperkerjakan otak kita?
Bisakah kamu diam dan tenang? Karena waktu akan segera lewat, mentari akan terbit
Malam,
Secangkir kopi ini telah dingin
Mulutku tetap tidak berani mencicipnya
Karena caffeine akan membuat sel-sel dan sistem otakku terhenti
Melayang dan terhempas……
Tapi malam, aku hanya ingin kamu, ingin kamu ada disini
Kita duduk, ngopi¸ dan bercerita.
 
Karena kamu malam, karena kamu pekat, dan karena gelap aku rindu
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s