Kenapa aku tidak bisa?

Pak,
kenapa aku tidak bisa sekuat dirimu yang mampu menahan luka tapi tak pernah mengeluh?bagaimana bisa kamu membawa luka itu sendiri?

Bu,
mengapa aku tak pernah melihat ada bulir-bulir air dimata beningmu?sedang aku tau saat itu kamu menyimpan bebanmu sendiri

dan mengapa aku tidak bisa menahan sakit, dan selalu membiarkan semuanya larut dalam pikiranku?
Dan mengapa aku tidak bisa untuk tidak menangis hingga udara terasa berat…
Dan mengapa aku tidak bisa seperti kamu, mereka dan kalian yang mampu melwan ketika pipi kalian ditampar?sedang aku hanya bisa menerima tamparan itu seperti seorang pesakitan seperti tertuduh menunggu vonis…lalu habislah…

Mengapa aku tak mampu membagi bebanku pada telinga-telinga yang mau mendengar?
Menumpuk, tertumpuk di otakku…tunggu saja hingga akhirnya pecah…

Mengapa aku tidak bisa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s