catatan refleksi #2

senin 18 April 2011

hari ini setelah memendam rasa tanda tanya yang cukup besar, akhirnya saya berani “berbagi” dengan seorang sahabat yang memang selalu jadi ‘tempat sampah’ ku. berawal dari perasaan bahwa diri ini, bahwa kehadiranku mulai tidak digubris oleh kawan-kawan, bahwa hanya jadi pendengar, dan kadang ada perasaan tidak dianggap dan diacuhkan, mulai menemui titik terang. meskipun saya belum berani untuk mengungkapkan atau lebih tepatnya bertanya pada kawan saya, tapi akhirnya saya mulai menemukan jawabannya.

jawabannya adalah pada ketidakprofesionalan saya, okay baiklah bukan ketidakprofesionalan, tapi lebih tepatnya saya mulai mengalami fase kemunduran, mulai tidak produktif dan mulai tidak fokus. entah mengapa “penyakit-penyakit” ini muncul di saat saya merasa butuh sebuah ruang untuk melakukan proses “pelarian” dari masalah-masalah yang menghantam saya akhir-akhir ini.

ini bukan saya, bukan saya. saya tidak pernah seperti ini, yang seolah-olah meninggalkan tanggung jawab yang dibebankan. saya dulu tidak pernah seperti ini, dan kenapa saya menjadi seperti ini?

apa mungkin energi saya sudah habis karena masalah kemarin yang benar-benar menghantam dan membuat saya jatuh dalam titik terendah dalam hidup?

apa mungkin aku mengalami tiitk jenuh, karena merasa badan dan pikiran sudah tidak mampu menampung beban?

dan hari ini saya belajar, belajar kembali untuk lebih jujur pada diri sendiri, bahwa ada ruang-ruang lain yang butuh untuk tetap diselesaikan dan saya harus tetap fokus. saya belajar bahwa memang ini bukan lagi momen saya, tapi saya sedang mencari momen saya lagi. pada akhirnya memang tidak harus selalu berada dalam posisi “paling” atau dalam kondisi “maksimal” tapi semua orang ada kesempatan dan harus menunggu giliran masing-masing untuk mendapat momen terbaik.

terimakasih pada sahabat saya…..saya akan coba untuk merubah pola dan berani bertanya dan meminta maaf…terimakasih atas telinga yang disediakan untuk saya hari ini…

daaaannn saya berhasil melakukan shoote yaitu lompatan tinggi di tari balet. ahaayy…hari ini benar-benar salah satu hari paling absurd dan sibuk gak jelas yang pernah ada dalam hidup. abis ujian, ngurus surat perijinan untuk dies natalis sastra lanjut rapat koordinasi dies sastra, abis itu rapat jaksa, trus rapat natas, dan ditutup dengan latian balet yang semakin berat saja….latian tari balet hari ini ditambah dengan embel2 latian ekspresi yang paling susaaaahhhhh…gimana bisa mengekspresikan perasaan dan disalurkan lewat tarian? Tuhaaaannnnnn…..susahnyoooooooo….belum bisa dibilang berhasil tapiiiiii….ayoooo semangat latiiiaaannn…aaahhhaaayyy….

ini ni susahnya orang yang sok menyibukkan diri, there’s many things to do but just have a little time….aaarrggghhh….dan saya akan menghilang seminggu untuk ke banjarmasin ya temaaannn…hahhahah jalan-jalan versi mahasiswa, dan refreshing sementara…jadiiiii…selamat bekerja buat teman-teman natas dan panitia dies…selamat berkongres teman-teman Media Sastra, sampai jumpa tempat latianku…makhluk Tuhan paling imut menghilang seminggu yaaa hahahha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s