melihat, mendengar dan berpikir dengan hati

kadang kita harus membiarkan hati kita melihat apa yang harus dilihat, biarkan mata terpejam sejenak dari silau dunia, lalu dengarkan apa yang dikatakan hati kita tentang apa yang dilihatnya, dan biarkan hati berpikir apa yang harus dilakukan.

karena mata, telinga, dan otak hanya bagian kecil dari diri yang penuh dengan keraguan. istirahatkan mata, telinga dan otak agar bisa hati yang mulai mengambil alih jiwa.  biarkan hati bertindak dengan hati.

merasakan apa yang harusnya saya lakukan sedari dulu, bertindak dengan akal dan tidak bersikap reaktif, tetap merendah namun tidak untuk direndahkan, keangkuhan akan isi pikiran dihapuskan dann biarkan ilmu mengalir memenuhi sel-sel otak..

 

Jogjakarta, 15 Juli 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s