entah senang, entah sedih…untuk sahabat baikku

rasanya baru kemarin ya kita berbicara melalui telepon genggam itu, dan rasanya baru kemarin kamu bercerita tentang perasaanmu dan aku hanya tertawa, tertawa entah karena sikap kekananak-kanakan kamu dan dia menjalani hubungan atau aku tertawa karena membayangkan wajahmu saat “curhat” denganku, ya aku hanya tertawa, dan menggodamu bagaimana jika aku memacari pacarmu?hahhaha….aku tertawa, kamu pun tertawa.

 

rasanya baru kemarin ya kita berbincang mengenai cita-cita, mengenai ambisi, mengenai mimpi, dan seperti biasa kamu hanya mendengarkan celotehan basiku, celotehan aku tentang diriku, tentang marahku dan kamu seperti biasa, hanya mendengar, mendengarkan aku seperti biasa.

 

rasanya baru kemarin ya saat aku menangis dan menelponmu, berteriak meluapkan marahku, dan seperti biasa kamu menyanjungku, menenangkan aku dan berkata “Tuhan tau yang terbaik untukmu” dan aku hanya berkata “ini tidak adil” kata-kata biasa yang keluar dari mulutku saat keinginanku tak terpenuhi.

 

rasanya baru kemarin, dengan suara tegas mu kamu meminta aku berhenti merokok, meminta aku berhent mengisap lintingan tembakau itu, dan berkata “aku tidak suka melihat benda itu ada diantara jemariku” dan seperti kemarin, kamu memintaku pulang dan menikmati malam dengan bersyukur pada Illahi.

 

dan sepertinya baru kemarin kamu memelukku dan menguatkan aku, mendoakan aku di tiap malam-malam mu dan aku?aku seperti biasa menghilang, datang dan pergi namun kamu tetap disitu, berdiri dan memegang tanganku, menuntun aku pulang…

 

dan malam ini, aku merindukan mu, tiba-tiba saja merindukanmu…aku rindu kamu

dan malam ini kamu membagi kebahagiaanmu, kegembiraanmu….

dan malam ini entah aku harus senang atau sedih

 

boleh aku mengatakan aku tidak rela melepasmu, mau tau alasannya? karena aku sayang kamu…aku belum melakukan yang terbaik untukmu yang selalu ada untukku…..

entah harus senang atau sedih,

 

aku hanya takut kita tak bisa seperti kemarin, tidak bisa sebebas kemarin, aku hanya takut kamu melupakan aku seperti aku yang selalu lupa bahkan untuk menyapa dirimu….

 

dan aku senang, rasanya seperti mendapat berita bahwa aku masuk surga (meski aku belum surga itu apa?)

dan aku senang dan aku hanya bisa bilang…..I’M SO PROUD OF YOU

dan yaa…Tuhan tau yang terbaik untukmu……

 

if tomorrow never comes, if i have no chance to standing beside you on your big day, i just want you to know that you are the best gift that God sent to me, there’s no enough words to say I Love You…and you’r the best friend i ever had…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s