tentang jalan-jalan kemarin

sabtu 22 Oktober 2011,

ada apa dengan sabtu? tidak ada yang spesial, hanya saja setelah Royal Wedding tanggal 18 Oktober 2011 kemarin, hari ini jalan Malioboro kembali dipenuhi oleh ‘tsunami’ manusia. yeepp JJC atau Jogja Java Carnival, semacam karnaval mobil-mobil dan orang-orang yang berhias dengan berbagai macam bentuk dan rupa. tema Jogja Java Carnival untuk tahun ini adalah MagniWorld (tiba-tiba terlintas dipikiranku mata kuliah morphology yang dengan hebatnya bisa membedah-bedah jata…arrrggghhhh i hate linguistic)…. jadi semua peserta karnaval ini harus berdandan dan berhias sesuai tema…keajaiban dunia.

acara JJC ini sebenarnya dimulai pada jam 7 malam, tapi sejak sore hari orang-orang sudah berkumpul di pinggir jalan malioboro dan mengamankan ‘posisi’ duduk masing-masing karena ini menyangkut dengan perjuangan untuk melihat parade kendaraan hias dan manusia berdandan unik setiap setahun sekali. saya yang (entah sejak kapan) tidak suka keramaian pun menyerah ditengah-tengah acara dan memutuskan memarkirkan badan yang sudah bercampur keringat dengan orang lain dan kaki yang sudah tak berwujud karena jadi korban ‘perkosaan’ kaki orang lain, di salah satu resto fastfood di salah satu mall depan malioboro. resto fastfood (sebut saja McD) ini sudah dipenuhi  orang-orang yang juga nasibnya sama seperti saya, menyerah dengan keramaian, dan memutuskan membeli paling tidak segelas softdrink ukuran besar dan sebungkus gorengan prancis alias french fries. dan karena saya VeGe, akhirnya potongan-potongan ayam goreng garing itu pun lahap disantap oleh adik-adik dan ibu saya.

sebenarnya blog ini bukan tentang JCC, tapi cerita utamanya adalah kisah seorang bapak yang berprofesi sebagai sopir taksi yang mengantarkan kami pulang. jadi begini ceritanya, JJC selesai sekitar jam 10 malam dan dilanjutkan dengan pesta kembang api, namun ibu saya memutuskan untuk pulang saja karena sudah malam dan esok paginya dia harus balik ke semarang. sepanjang jalan mataram kami menunggu lewatnya taksi kosong tapi apa mau dikata taksi semua penuuuuhhhhh…..akhirnya kami memutuskan untuk jalan sampai di stasiun tugu, gak lama akhirnya taksi yang dinanti lewat juga….seperti kata Syahrini: duuhhh alhamdulillah ya…ini sesuatu banget….

pak sopir taksi yang ramah pun memulai pembicaraan dan kami pun menanggapi, sampai akhirnya pembicaraan pun mengarah pada topik finansial. ternyata para sopir taksi ini bekerja berdasarkan fee atau keuntungan dari setoran. jadi mereka harus menyetor setiap hari Rp 200.000,- plus mengembalikan taksi dalam keadaan bensin terisi penuh. kebanyakan dari para sopir taksi harus menombok uang setoran ke pihak perusahaan taksi, dan saya pun membayangkan keuntungan yang diperoleh oleh para  pemilik taksi itu dalam sehari. ckckck…dunia tidak adil….pemilik modal tidak usah bekerja tapi hanya menunggu setoran sedangkan para pekerja sudah diperas tenaganya, tapi kehidupannya tidak dijamin….

pemilik modal = kapitalis…..ini sama aja dengan ada uang ada kekuasaan….

kapan negeri (hmm dunia) ini bisa berlaku adil ya? saat ada yang pesta gede-gedean, makanan tersaji, ada orang lain yang mati kelaparan, ada yang tidak bisa sekolah, ada  yang tidak bisa diobati…. kemewahan itu apa sih? bisa dilihat dari karnaval yang bisa saya bilang menghabiskan dana sekian ratus juta hanya untuk semalam saja….

 

pesta rakyat? banyak yang menamakan ‘rakyat’ tapi rakyat yang mana ya? saya kadang-kadang bingung dengan arti kata ‘rakyat’ apa  saya tergolong rakyat? apa orang miskin, dan anak terlantar itu rakyat?

ketikadilan tidak akan pernah ada bagi mereka yang sebenarnya butuh keadilan……..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s