………..

ternyata tidak gampang mengendalikan emosi dan kemudian itu meluap menjadi aliran air bah, tanggul-tanggul tak mampu menahannya. entah sudah berapa banyak waktu yang sudah diusahakan agar bisa menahan dan memperkokoh tanggul itu…dan semuanya meluap.

banyak celah-celah yang bukan saja angin bisa lalui, tapi juga air itu….bagaimana aku bisa bertahan dengan tanya yang mampir bahkan tinggal di otakku? maaf semalam aku membuat bencana itu datang, seperti air bah yang menerjang dan kemudian mengalir…

hari ini aku hanya ingin sendiri, seperti seorang pengecut yang diam dan bersembunyi sedang diluar sana ada kamu yang menanti untuk berlari menghadang hari. maaf hari ini aku hanya ingin sendiri, bermain dengan pikiranku dan bertanya mengapa aku bisa berdiri dalam labirin itu…

maaf, dan kata itu percuma…bagaimana bisa menyusun kembali dan memperbaiki kesalahan yang sudah aku buat? aku tidak cukup baik untuk kamu dan aku ingin sendiri……..

karena aku tidak cukup mampu meyakinkan kamu, karena aku hanya angin yang menyapamu, karena aku serupa bayangan di hari yang terik….

maaf semalam aku membuat tanggul itu jebol, berantakan, rusak dan hancur…karena aku tidak cukup baik……

dan hari ini aku bersembunyi seperti seorang pengecut, yaa aku mungkin seorang pengecut….aku tidak ingin menjadi beban ……..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s