catatan refleksi 5

sudah lama gak buat catatan refleksi, dan sepertinya akan banyak hal yang memang harus direflesikan….

1. perubahan status dari single into in relationship

sudah hampir sebulan sejak saya merubah status menjadi berpacaran, banyak hal yang berubah termasuk cara saya bertindak, berperilaku dan berpikir. seringkali saya melakukan kesalahan-kesalahan yang akibatnya bisa dibilang cukup fatal. kesalahan saya yang pertama adalah ketika menghubungi pacar saya, saya malah mengobrol dengan orang lain dan itu tidak sopan….kesalahan kedua adalah saya yang terlalu ribet memandang sebuah hubungan, saya yang terlalu manja, saya yang terlalu egois, saya yang terlalu….entahlah…..dan yang ketiga adalah saat saya mencoba membantu dia menerjemahkan email yang akan dikirim ke sebuah organisasi yang menjadi sponsor perjalanannya ke Manado, dan saya salah memilih kata harusnya ‘reminds’ tapi saya memilih menggunakan ‘wants’ dan itu hasilnya fatal. kadang saya berpikir sudahlah, menyerah saja dengan hubungan ini, kadang-kadang saya merasa terlalu banyak kekurangan-kekurangan yang saya miliki dan takutnya dia akan menyesal. awalnya saya berpikir bahwa saya bisa menyembuhkan luka masa lalu saya dan bisa memulai hubungan baru dengan orang lain. namun, luka dia yang lebih dalam dan saya tidak mampu menyelami dan memahami pikiran-pikirannya. mungkin keputusan berpacaran itu terlalu cepat, karena saya sadar dalam diri kita berdua ada ketakutan-ketakutan yang kita berdua tidak mampu menjelaskannya…. apa saya menyesal atas keputusan berpacaran dengan dirinya? tidak, saya tidak menyesal sama sekali. dengannya saya belajar banyak, belajar memahami dan mengendalikan perasaan-perasaan serta mencoba untuk mengerti. jujur kadang saya membandingkan hubungan ini dengan hubungan saya yang lalu, dan kadang juga terlintas dalam pikiran saya tentang masa lalunya yang saya tidak ketahui. tapi masa lalu ya masa lalu, itu adalah bagian yang membentuk kita dan mengajarkan kita tentang bersikap dewasa.

2. belajar bersyukur

kawan ada tidak hanya saat senang saja, namun juga saat sedih. akhir-akhir ini saya dan salah seorang kawan sering berbagi makan siang bersama, dengan uang  3 ribu rupiah kami sering beli mie instan di kantin kampus. tidak ada yang istimewa sebenarnya, namun disela-sela makan siang bersama itu dia banyak bercerita tentang keluarganya, tentang masalahnya, dan dia masih bisa saja tersenyum. saya harus lebih banyak belajar dari dia, tentang rasa kuat, tentang kepekaan dan tentang empati. sudah seharusnya saya berhenti untuk komplain dan belajar dewasa, dan yaa kini saya mulai bisa mengerti mengapa Tuhan memberikan cobaan pada umatNya, karena ingin mengajarkan bahwa hidup tidak cukup untuk dikomplain saja, namun ketika rasa syukur itu ada kita akan merasa sangat sempurna. dulu seorang kawan pernah berkata bahwa menjadi seseorang seperti saya itu sangat menyenangkan, bisa bebas dan lepas, tidak beban dan tidak merasa terbebani, dan saya pun selalu menjawab “mana enaknya menjadi saya?” yang kemudian semua kekurangan saya pun saya beberkan seperti jomblo, belum lulus kuliah, kerjaannya main terus, kurus-kering, dsb. setelah saya lihat kebelakang bahwa semua akan berakhri bahagia, status jomblo memang menyenangkan bisa main dengan siapa saja meskipun jadi sasaran kemarahan para pacar kawan-kawan saya, kerjaan saya yang main dan kelayapan membuat saya punya banyak teman mulai dari kelas preman dan pemalak sampai kelas elit hahhaa, badan kurus? naahh ini yang paling bikin dilema, saya pengen punya badan gemuk toloooonnnggg……

sekarang saya merasa  sangat disayang sama Tuhan, saya memiliki keluarga yang mulai mengerti tentang apa artinya KELUARGA dan berhasil melewati salah satu ujian terberat sebagai sebuah keluarga, dan kini keluargaku utuh kembali. saya memiliki seorang pacar yang bagi saya dia sangat istimewa sekali, yaa dia memang istimewa bagi saya, saya bisa bekerja di LSM dan ini memang yang saya inginkan meskipun kemudian saya harus memantapkan hati atas gunjingan-gunjingan mengenai LSM tempat saya bekerja, saya memiliki kawan dan sahabat dekat dan senang sekali melihat mereka satu per satu memasuki tahap-tahap paling istimewa dalam hidup mereka, yaa meskipun mereka selalu nanya kapan saya nyusul? dan saya hanya bisa tersenyum sambil berkata kapan-kapan aja deh hhahaha….should i complain? NO!!!! thanks God…thanks for everything

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s