maaf aku ‘menampar’ kamu malam ini

maaf malam ini aku menampar kamu, karena kamu harus bangun dan lihat keluar…lihat ke arah jarak yang sudah kau ciptakan. bagaimana bisa kamu bersembunyi dibalik kerumitan dan keanehan pikiranmu? sedang itu adalah luka lalumu.

lihat saja ada benteng yang kau ciptakan, hanya untuk melindungimu dari secuil ketakutan yang tak beralasan. sudah lupakan saja, lupakan saja masa lalumu karena itu bukanlah beban tapi pilihan, pilihan untuk kamu, untuk membentuk dirimu mau jadi apa dan akan seperti apa. lihat…benteng itu yang menyakitimu bukan aku, dia atau mereka..tapi kamu dan dirimu yang saling menyakiti.

biarkan orang-orang dewasa itu dengan pilihan mereka, dengan kisah mereka. tak sepatutnya itu membayangi dirimu, karena kamu adalah kamu, pribadi utuh yang terbentuk dari kenangan mereka. diam saja atau teriak dan lepas…itu pilihan.

aku tak bermaksud untuk mengintai atau mengawasimu, aku tak bermaksud menekanmu dengan pertanyaan ‘kenapa’ atau ‘ada apa’. aku hanya ingin menyelami dirimu, mengerti apa yang kau rasakan karena kamu sudah memasuki aku sedang aku masih menunggumu diluar. 

ketakutan yang kau ciptakan membentuk benteng yang rapuh namun begitu ketat kau jaga. bagaimana bisa aku masuk sedang kamu selalu menolak membuka pintunya, bahkan kadang membantingnya tepat dimukaku.

maaf aku harus menampar kamu karena kamu harus bangun. ketakutan itu ada bukan untuk ditakuti, bukan untuk dikutuk, juga bukan untuk disesali atau ditangis. tapi ketakutan itu ada untuk dihadapi, dan kamu harus memilih, memilih untuk menghadapinya atau bersembunyi dibalik bayangnya.

ayo bunyikan loncengnya, bunyikan atau kamu teriak saja agar ada tangan-tangan lain yang membantu kamu menghancurkan benteng itu. waktu bukan segalanya, tapi alam pikiranmu adalah akarnya. lari saja dan terus sembunyi, atau berani hidup dengan luka? itu pilihan.

dan aku memang harus menampar kamu dan membuat kamu terbangun. karena aku ada bukan untuk memaksa atau menekanmu, bukan sebagai penghias yang sekedar untuk dicumbu, juga bukan sekedar pelengkap cerita romansa kamu. aku ada dengan luka laluku berusaha menyembuhkan kamu dan menggandeng tanganmu menikmati terik matahari.

dan aku sudah siap dengan segala kemungkinannya…..

maaf aku menampar kamu….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s