ambilah tongkat itu, dan kamu akan mampu melewatinya

hari ini jam 7 pagi saya ada kelas mata kuliah Logika yang diampu oleh dosen favorit saya, Rm. Harry. tidak seperti biasa saya merasa amat sangat ngantuk sekali, padahal ini adalah pertemuan terakhir dan yang dibahas pagi ini adalah mengenai Dilema.

banyak hal didunia ini yang selalu menempatkan kita pada sebuah pilihan yang sulit dan itu yang biasa kita sebut dengan dilema. saya pun sering mengalami dilema, harus memilih diantara dua atau tidak jarang tiga pilihan yang benar-benar menjebak saya. sederhananya jika saya harus memilih saya akan menimbang dulu dampak dan akibatnya, apakah pilihan saya itu akan memberi manfaat yang (sedikit) lebih baik daripada pilihan lain, atau kemungkinan lain adalah pilihan itu tidak akan terulang di lain waktu.

“when somebody asked you; what do you think about this thing? if you said this is stick i will hit you, if you said nothing, i will keep hit you…” 

(jika seseorang bertanya padamu: menurutmu benda apa ini? jika kamu menjawabnya tongkat, aku akan memukulmu, juga ketika kamu memilih untuk tidak menjawab, aku akan tetap memukulmu..)

itu merupakan perumpaan yang diutarakan oleh Rm. Harry, sebagian besar dari kita bingung harus menjawab apa. dan dengan santai Rm. Harry berkata:

“you just take the stick, don’t put yourself in this stick, because the problem is in this stick not on me, or my words, or on you…”

(kamu hanya harus mengambil tongkatnya, jangan terjebak dalam tongkat itu karena masalahnya ada di tongkat ini bukan di saya, atau kata-kata saya atau pada kamu)

ya ketika kita mengambil tongkat itu maka kita memiliki kuasa untuk melakukan apa aja terhadap tongkat itu, entah kita  akan membuangnya, mematahkannya atau tetap memegangnya itu terserah kita. karena semua yang ada didunia ini adalah sebuah “masalah” yang menggiring kita pada sebuah pilihan.

memang terkadang kita tidak mampu melihat kedalam masalah itu, yang selalu kita perhatikan dan permasalahkan adalah hal-hal sepele diluar pokok permasalahan itu sendiri.

tangan-tangan kita memiliki kuasa atas pilihan-pilihan itu, namun bagaimana kemudian kita benar-benar meletakkan masalah itu dalam wadah yang tepat dan kemudian membukanya disaat yang tepat pula…itu pilihan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s