untuk sahabatku QQ

ketika masih sibuk dengan pekerjaan kantor yang menumpuk, juga perasaan yang sedikit kacau mengingat saya masih harus menyelesaikan 6 paper untuk tugas final test hanya dalam waktu 2 hari saja, tiba-tiba hape saya berdering pertanda ada pesan yang masuk ke kotak pesan saya.

dari QQ,

03.36 pm

maaf Ren, aku melanggarnya…

untuk beberapa saat saya harus memutar kembali memori di otakku tentang topik pembicaraan apa yang berkaitan dengan pesan yang dia kirimkan ke saya sore ini, sehingga dia harus meminta maaf. tak lama saya pun membalas pesannya;

03.40 pm

ehmm…gak apa-apa asal tidak ada ruang untuk dia…

hanya tinggal menghitung hari salah seorang sahabat saya, QQ; akan melepas masa lajangnya, dan dia saat ini sedang dilanda perasaan yang dia sebut “tidak yakin”. semakin hari calon suaminya terlihat cuek dan tidak perhatian, dan semakin hari saya melihat QQ terlalu mengkhawatirkan hal-hal sepele. okay ini adalah langkah besar dalam hidupnya, keputusan besar dan penanda dia akan menjadi dewasa (menurut standard sosial). QQ meminta maaf karena dia sudah berjanji pada saya tidak akan menghubungi orang dari masa lalunya, dan dia juga berjanji pada dirinya sendiri tidak akan memberikan kesempatan, karena dia sebentar lagi akan menikah.

secara pribadi saya tidak ada masalah dengan QQ dan pilihannya, karena kebetulan orang dari masa lalu dan calon suaminya yang sekarang ini keduanya adalah orang yang aku kenal cukup baik. yang ingin saya tekankan pada QQ bahwa saat dia memilih untuk menikah dengan calon suaminya yang sekarang ini, saat itulah dia mengikatkan dirinya pada sebuah komitmen purba  yang sudah ada sejak jaman Adam dan Hawa.

memang saya pun tidak munafik bahwa saya kadang-kadang masih terkenang dengan masa lalu, dan tidak jarang saya merasa jika seandainya waktu bisa diputar kembali. saya pun pernah mengalami gugupnya momen sebelum pernikahan…yaa…cerita yang berakhir tragis, karena tidak ada penyatuan diantara aku dan dia pada akhirnya. namun kemudian saya belajar bahwa masa lalu itu bukanlah jebakan, karena masa lalu itu adalah jalan untuk saya sampai pada tahap ini.

mengikatkan diri pada sebuah hubungan apalagi dalam sebuah komitmen hidup bersama adalah hal yang berat, terutama mungkin bagi perempuan. memang terdengar sangat sexiest sekali, namun itu kenyataan. perempuan harus dihadapkan pada sebuah norma yang akan dia hadapi ketika menjadi seorang istri, bayangan kebebasannya akan dibatasi, dan harus menjadi ‘pekerja seumur hidup’ tanpa ‘upah materi’ pun mulai menghantui, selain itu kekhawatiran akan kepastian hidup, keamanan dan kenyamanannya berbagi ranjang dan hari dengan orang lain pun tidak luput dari pikiran-pikiran calon pengantin wanita.

beberapa kali saya selalu bilang pada sahabat saya bahwa pilihan itu ada ditangannya….sudah saatnya dia memilih, terjebak dalam ingatan masa lalu yang saat ini seperti sebuah angin saja, yang datang menggodanya atau tetap mengarungi samudra meski badai datang…

dalam hidup kita harus memilih, kita memiliki tangan yang kokoh untuk saling menopang, dan kaki untuk berlari kencang…masa lalu…sudahlah dia akan jadi serupa bayang yang binasa saat gelap.

03.49 pm

dari QQ,

nggaklah, karena ruang itu hanya untuk calon suami ku saja…

 

dan saya pun tersenyum saat membacanya…..i wish you all the best my best friend…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s