tentang dunia maya, tentang ‘berbagi’ dan tentang privasi

siapa yang nggak punya akun facebook atau twitter ngacung?

bohong kalau ngaku gak punya akun di salah satu social media atau jejaring sosial. punya akun di jejaring sosial sudah jadi kebutuhan primer, mengalahkan kebutuhan-kebutuhan lain termasuk makan….buktinya ya kalau sudah berselancar di dunia sudah lupa waktu, sibuk menyapa teman-teman yang lagi online termasuk lupa makan *ngelirik diri sendiri*.

hayoo hitung berapa akun jejaring sosial yang teman-teman punya?

kalo saya punya ehmmm …..*mikir*…. oke dimulai dari yang paling aktif yaa…twitter, facebook, plurk, termasuk blogspot, wordpress, tumblr, dan posterous. khusus untuk friendster sudah saya makamkan bersama hi5 yang memang cuma jadi ajang penyampahan didunia maya.

sejak era digital dimulai yang ditandai dengan dipatenkannya Microsoft oleh Bill Gates, dan ditemukannya worldwideweb oleh Bernes-Lee yang kemudian mendirikan worldwideweb consortium untuk mengatur lalu lintas per-dunia maya-an, orang-orang jadi lebih leluasa mengakses situs-situs dari yang aman sampai yang memiliki tanda ‘waspada’. bayangkan saja jika tidak ada penemuan-penemuan mutakhir dari orang-orang hebat itu, bisa jadi dunia ini tetap berada dalam kotaknya masing-masing. tidak bisa berbagi informasi dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dalam waktu singkat. aiihhh dark age gelombang kedua itu namanya…..

saya termasuk salah satu pecandu social media atau jejaring sosial di muka bumi, tiap saat biar kata mau sendiri atau lagi nongkrong sama teman-teman saya pasti selalu (paling nggak) nge-cek akun jejaring sosial saya, dan bisa dipastikan pulsa di hape yang jadi korban. seringnya mengecek akun jejaring sosial saya, yang otomatis pun harus melihat status teman-teman saya yang hidup di dunia maya itu, saya jadi tau apa yang sedang mereka lakukan, sedang berada dimana, bersama siapa, dan bla..bla…bla…hadeuuuhhh berasa jadi stalker ini….

antara sadar dan tidak sadar, tahu atau tidak tahu, sengaja atau tidak sengaja, semua tulisan, status, tweet atau aktivitas kita di jejaring sosial itu mencerminkan siapa kita, orang lain bisa dengan mudahnya menilai kita, diri kita…yaaa semacam pencitraan jadinya. selain itu segala macam informasi yang kita simpan di jejaring sosial yang kita punya memungkinkan orang lain tahu sangat detail mengenai diri kita, meskipun kita hanya sekali atau dua kali bertemu, bahkan tidak jarang orang yang tidak saling mengenal pun bisa tahu satu sama lain secara detail.

dunia maya sudah tidak mengenal yang namanya privasi lagi….yepp contohnya facebook, yang jika diibaratkan sebagai negara, facebook adalah negara terpadat nomor satu didunia. hmm tidak heran jika berikutnya facebook akan masuk dalam Seven Wonders…tunggu aja tuh….

sudah lihat hal yang ‘aneh’ dari facebook? yeaaayy…tampilan facebook sudah ganti (lagi), seingat saya ini sudah yang kedua kalinya facebook merubah style-nya. jika teman-teman masih ingat dengan tampilan awal facebook yang mirip friendster dan kemudian berubah dengan warna biru yang lebih tegas seperti gambar ini:

facebook generasi kedua

pada pertengahan bulan Desember 2011, diantara sukacita natal,  facebook pun berubah seperti ini :

tampilan baru facebook

tim dari facebook menyebutnya dengan timeline. yeepp…semua yang kita posting di laman facebook itu ada dalam deret waktu. kalo teman-teman perhatikan dengan sistem timeline ini kita tidak punya privasi lagi, karena orang akan tahu hal yang paling rahasia yang kita punya. seperti adanya fitur informasi mengenai kapan kita pertama kali ciuman, tempatnya dimana, kapan kita pindah agama, dan bahkan kapan pacaran pertama kali pun ada kolom informasinya.

tampilan facebook yang baru

fungsi dari jejaring sosial adalah saling berbagi dan bertukar informasi dengan cepat daaannn mendekatkan yang jauh….tapi kenyataannya jejaring sosial saat ini menyebabkan kegagalan komunikasi sosial. sederhananya sih, jejaring sosial menyebabkan orang-orang menjadi individualis, dan lebih menggampangkan sistem komunikasi dua arah yang salah satu prinsip dalam komunikasi adalah adanya proses tatap muka, agar bisa mengetahui dan saling merasakan esensi bahan pembicaraan yang sedang didiskusikan. jika dilihat sekarang ini, bahkan orang yang sedang duduk bersebelahan pun berbincang-bincang melalui akun jejaring sosial mereka, tenggelam dalam dunia mereka masing-masing, dan lupa satu sama lain. gak percaya? silahkan datang ke kafe-kafe atau warung kopi yang menyediakan fasilitas titik panas atau hotspot, mereka terlihat serius dan sibuk dengan laptop masing-masing, yaa kalo gak laptop pada pake smartphone yang ada fitur wifi-nya. padahal yaa sekian tahun yang lalu saat internet masih jadi hal yang mewah, orang-orang pada ke kafe atau warung kopi untuk ngobrol-ngobrol, bercanda, dan berbagi secara verbal.

sempat tren sebutan “autis” untuk orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan berselancar didunia maya, yang kemudian sebutan itu dianggap sebuah bentuk pelecehan terhadap orang-orang penderita autis…ya memang autis tidak sebagai bahan olok-olokan.

menjadi individualis dan tidak humanis atau tidak peka serta menelanjangi diri sendiri dengan membuat pencitraan-pencitraan melalui akun jejaring sosial itu adalah dampak dari gaya hidup serba instan, termasuk menempatkan kegiatan berjejaring sosial didunia maya sebagai bagian dari keseharian kita.  membuat manusia menjadi tanpa batas, menempatkan dalam satu garis linier dan mematikan esensi sebagai makhluk sosial yang memerlukan kontak fisik dan verbal dalam berkomunikasi.

jadi, lebih bijaklah dalam menggunakan akun jejaring sosial, karena jejaring sosial bisa kita gunakan untuk menghimpun massa, menyebarkan ide atau isu yang bisa memanusiakan manusia lain….

….dan saya merindukan masa-masa dimana saya menanti kedatangan pak pos, mengecek kotak surat dan membaca surat dengan perasaan yang membuncah….

selamat berselancar teman…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s