tentang ibu (ku)

wanita yang sudah berusia 48 tahun itu sedang duduk menemani ibunya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, kata dokter sudah tidak ada harapan lagi bagi ibunya yang renta itu….itu kata dokter. wanita yang sudah berusia 48 tahun itu menahan getir dan memegang tangan rapuh ibunya, berbisik untuk sekedar menawarkan air putih agar kerongkongan wanita tua itu tidak kering, hanya gelengan lemah saja yang diterimanya.

wanita 48 tahun itu keluar meninggalkan kamar ibunya, memegang ponsel tua ditangannya, dia memencet tombol-tombol angka, meletakkannya ditelinganya, menunggu beberapa saat…

“halo nak..apa kabar? gimana ujiannya?” tanyanya dengan suara parau

“baik bu…ujiannya Nina lancar, ini hari terakhir, mulai besok kerja fulltime di LSM selama liburan” ujar suara diseberang sana.

“ya sudah, kerja yang baik, jangan lupa sholat…jaga adik-adikmu disana, kirimlah kabar, kamu gak pernah kirim kabar sama ibu” ujar wanita 48 tahun itu dengan nada yang sedikit kecewa.

“iya bu” jawab anaknya singkat.

“ya sudah, ibu mau telpon bapak dulu” ujar ibunya. dan sambungan telpon diputus.

wanita 48 tahun itu lalu memencet sederet angka, menunggu beberapa saat, tidak ada jawaban. sekali lagi wanita 48 tahun itu mencoba, hasilnya tetap sama, tidak ada jawaban. dengan menarik napas panjang, wanita 48 tahun menyandarkan badannya di tembok, dia memejamkan mata sekedar untuk melepas penat. namun tak lama dia mendengar suara gaduh dari dalam kamar, bergegas dia masuk kembali kekamar dimana wanita tua itu terbaring. dia melihat wanita tua itu berteriak dalam tidurnya, lalu dipeluknya wanita tua itu, mencoba menenangkannya, dipeluknya dan dibisikinya rangkaian doa yang dia hafal dari kitab suci yang diyakininya. selang beberapa menit, datang suster menyuntikkan cairan ditangan wanita tua itu, tak berapa lama wanita tua itu mulai tenang. wanita 48 tahun itu mengusap dahi wanita tua yang keriput itu, ada kemiripan dalam garis-garis wajah mereka berdua.

tiba-tiba hape wanita 48 tahun itu bergetar, ada nama yang tercantum di layar hape tua itu, suaminya menelpon. wanita itu mengucapkan salam dan kemudian berbincang dengan pria yang sudah dia dampingi selama 27 tahun itu, dengan pria yang membawanya pergi menjelajah daerah-daerah kecil di negeri ini, pria yang menyerahkan tanggung jawab padanya untuk membesarkan 4 orang putrinya di pelosok desa, sedang pria itu harus pergi karena tanggungjawabnya sebagai seorang prajurit.

wanita 48 tahun itu sedikit berkeluh kesah, mengutarakan kesedihannya, membaginya dengan pria itu, dengan pria yang sudah menjadi suaminya selama 27 tahun. dan dengan sabar pria itu menenangkan wanita itu, menenangkan istrinya….ada senyum yang terukir di bibir wanita 48 tahun itu, dia merasa tenang kini. dan obrolan pun diakhiri karena suaminya harus kembali bertugas, seperti biasa.

wanita 48 tahun itu lalu berjalan pelan menuju kamar tempat wanita tua itu terbaring. dia melihat wanita tua itu melambai padanya, memberinya tanda untuk mendekat. wanita tua itu pun bercerita bahwa dia bertemu dengan kedua orang tuanya, kakek-nenek dari wanita 48 tahun itu, bahwa dia juga bertemu dengan suaminya, yang menorehkan luka pada wanita tua itu, dan wanita tua itu berkata bahwa dia merindukan suaminya yang sudah menyakitinya, bahwa dia merindukan ayah dari anak-anaknya, dan memaafkan kesalahan suaminya itu.

menahan tangis, wanita 48 tahun itu mendengarkan segala ocehan wanita tua yang terbaring lemah, berbagai firasat bermain dalam pikirannya. dia memegang tangan lemah wanita tua itu, dan diciumnya pelan, air mata menetes meninggalkan bulir dipunggung tangan renta itu….wanita 48 tahun itu menangis….

“ma….” ujar wanita 48 tahun itu lirih.

dan wanita tua itu terus saja berceloteh, tidak mengindahkan tangisan wanita 48 tahun itu, dan karena lelah wanita tua itu pun kembali tertidur. wanita 48 tahun itu mengusap airmatanya, meletakkan kepalanya dipinggir tempat tidur dan memeluk wanita tua itu. ada aliran bening yang mengalir dari sudut mata wanita 48 tahun itu…

“astagfirullah….astagfirullah….astagfirullah….” bisik wanita 48 tahun itu, sekedar untuk menenangkan firasat-firasat yang mengganggu pikirannya.

malam pun datang, gelap merayap dan wanita 48 tahun itu masih berbaring dengan posisi yang sama; memeluk wanita tua renta itu, karena dia tahu Tuhan akan memanggil wanita tua itu…dipeluknya erat wanita yang sudah mengajarinya tentang hidup, tentang sakit, dan menjadi kuat…ada belaian lembut dikepala wanita 48 tahun itu, wanita tua itu membelainya…

“mana kakak-kakakmu?” tanya wanita tua itu

“belum datang ma”” jawab wanita 48 tahun itu

“Sri…..” panggil wanita tua itu

“iya ma? mama lapar?” tanya wanita 48 tahun itu

“Sri, bilang sama anak-anakmu, jadi perempuan itu harus sekolah yang tinggi, harus kuat, jangan lemah, berdiri diatas kaki sendiri, sekolahkan anak-anakmu di tempat terbaik, gak usah pusing apa kata orang…” ujar wanita tua itu.

“bilang sama anak-anakmu Sri…”

“iya ma…” kata wanita 48 tahun itu.

dan wanita tua itu pun kembali menutup matanya, rebah dalam hening dan kembali bermimpi.

wanita 48 tahun itu menatap sendu wajah wanita tua yang terbaring lemah, wajah ibunya…..wanita 48 tahun itu; wanita itu ibuku, dia adalah anak dari seorang ibu yang juga lahir dari seorang ibu. dan kini dia harus melihat ibunya yang telah membesarkannya terbaring lemah, menghitung hari dan bergelut dengan pertanyaan apakah dia siap kehilangan? wanita 48 tahun itu sama seperti aku, sama seperti anak-anak yang lain, yang pernah dan sering membuat salah dan dengan egois enggan mengakui kesalahan. ya wanita 48 tahun itu; ibuku; sama seperti aku dan anak-anak yang lain yang memiliki ibu, namun sering luput untuk menyatakan sayang, menyapa, atau bahkan tersenyum pada ibunya sendiri.

wanita 48 tahun itu memeluk wanita tua yang terbaring lemah,

“ma….aku sayang mama…” ujar wanita 48 tahun itu.

 

jauh di pulau yang lain, terpisah ribuan jarak….

“bu, Nina kangen…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s