tentang mimpi…mari bermimpi…hayooo mimpi….

senin ini adalah hari berbagi mimpi sedunia

malam ini saya membaca notes seorang kawan yang aktif di gerakan 1 buku untuk Indonesia yang berjudul mafia mimpi. judul yang menarik karena akhir-akhir ini saya seringkali ditanya tentang mimpi saya, tentang harapan saya paling gak selama tahun 2012 ini.  dalam notes itu, mas Anjar menceritakan pengalamannya saat melakukan pendampingan untuk adik-adik di magelang, dan tema hari saat itu adalah tentang mimpi.

mafia kubis, adalah sebutan bagi para pendamping adik-adik, yang artinya aKU yakin BISa. saat itu satu persatu para mafia KUBIS bertanya pada adik-adik tentang mimpi mereka, dan seperti kebanyakan adik-adik lain dan seperti kita juga yang saat kecil yang seringkali ditanya mengenai mimpi kita yang ditafsirkan sebagai cita-cita. kebanyakan adik-adik menjawabnya ingin menjadi pilot, pemain bola dan lain-lain. tapi ketika para mafia Kubis bertanya ke salah seorang adik yang bernama Sofi mengenai mimpinya, dia berkata bahwa mimpinya adalah agar kakaknya bisa kembali pulang. deg! sampai dibagian itu saya berhenti membaca karena tiba-tiba ada genangan air disudut mata saya. saya tidak berada disana dan tidak melihat ekspresi adik Sofi ketika mengutarakan mimpinya, tapi saya entah mengapa bisa merasakan apa yang dik Sofi rasakan. mas Anjar pun bercerita bahwa suasana saat itu sangat mengharukan. ada juga salah seorang adik yang mengutarakan bahwa mimpinya agar kakaknya bisa lulus ujian masuk STAN…ouch!

mimpi yang sangat sederhana, amat sangat sederhana sekali. mimpi yang terbentuk dari kesederhanaan anak-anak desa, dari kepolosan watak anak kecil…bermimpi untuk orang lain…mimpi yang dibalut dengan doa dan harap yang benar-benar tulus…..mimpi…

dan saya, apa mimpi saya? entahlah….padahal kalau mau dipikir saya banyak terlibat dalam mewujudkan mimpi orang lain, salah satu contohnya bekerja di sebuah LSM yang memberikan bantuan dana pendidikan untuk anak-anak yang putus sekolah karena kekurangan biaya. LSM ini ada diawali dengan mimpi, LSM ini berjalan pun diatas mimpi adik-adik yang mendapatkan beasiswa.

lalu saya pun melihat pacar saya berhasil mewujudkan mimpinya, merasakan kebahagiaan yang dia rasakan saat akhirnya berhasil mewujudkan mimpi yang dia torehkan bertahun-tahun lalu, menginjakkan kaki di sulawesi dan melakukan penelitian disana. yaa saya bahagia melihat dia dan mereka yang berhasil mewujudkan mimpinya.

lalu apa mimpi saya? saya tidak tahu apa mimpi saya, saya tidak berani bermimpi, bahkan saya tidak mengerti apa itu mimpi. setiap orang pasti punya mimpi, tapi mengapa saya tidak? saya hanya memiliki obsesi yang saya tempatkan dalam skala prioritas diruang waktu yang saya miliki. saya ingin segera lulus dan mengambil Master di bidang sastra di India atau London, itu obsesi saya bukan mimpi.

saya pernah punya mimpi lalu kemudian saya harus melihat mimpi saya hilang, mimpi saya tidak pernah terwujud dan tidak akan bisa terwujud…yaa cerita masa lalu, kisah kasih masa lalu yang memang terlalu dalam luka yang ditorehkan.

sejak saat itu saya tidak berani bermimpi, ruang-ruang mimpi itu saya tutup rapat hingga tidak ada celah…yang terbuka kini hanyalah ruang-ruang bagi obesesi-obsesi saya.

dalam peta hidup saya, saya membaginya menjadi dua bagian, bagian mimpi dan bagian obsesi. tapi bagian mimpi itu tidak lagi saya isi…kini saya hanya sibuk mengejar obsesi saya…saya tidak berani bermimpi….saya tidak punya mimpi…..

mimpi itu sederhana, mimpi itu rendah hati, seperti kita yang tidak pernah bertanya mengapa alam memberikan kita satu kesempatan menikmatinya sedang waktu bermain dengan misterinya…mimpi itu sederhana dan rendah hati….lalu apa mimpimu

melihat orang lain bermimpi dan mencoba mewujudkan mimpi mereka, terlibat dalam proses mengejar dan mewujudkan mimpi mereka apakah membuat saya berani bermimpi? hmmm entahlah….

adalah sebuah kebahagiaan bagi saya jika melihat mimpi mereka terwujud dan saya ada didalam proses mewujudkan mimpi mereka, tapi apakah saya tidak memiliki mimpi saya sendiri?’ tanya saya pada diri sendiri

keberanian saya sejauh ini adalah menyusun kepingan-kepingan yang bisa saya dapatkan dari mimpi orang lain agar kelak saya pun bisa bermimpi….karena mimpi itu sederhana

tentang mimpi…mari bermimpi…hayooo mimpi….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s