terkadang

ada rasa yang mengintai dari gelapnya malam, menyusup dipunggungku bagai sebuah nyanyian dalam suara yang tertahan, tak terdengar….

terkadang hal ini mengikuti serupa bayangan yang menyergap dalam diam dan kemudian membuatku membisu…

aiihh aku rindu, rindu untuk sekedar menyapamu dalam rasa yang menyesak, melesak di rongga-rongga aku bernafas..

aku rindu dibuai dalam cerita-ceritamu yang membawa aku pergi menjelajah dimensi waktu yang lain dan membuaku bermain dalam belitan-belitan kisahmu

terkadang….bukan ini bukan sekedar ‘terkadang’ namun yaa aku hanya bisa diam dan menunggu dalam ruang-ruang waktu yang menghantarkan aku entah untuk sekedar mengingat atau juga untuk melihat bahwa ada kisah yang masih berputar dalam arena yang seringnya disebut kehidupan.

bukankah hidup hanya sebuah persinggahan dan rindu adalah halte untuk sekedar menyapa jiwa yang merasa menemukan tempat untuk mampir? 

dan rasa yang mengintai dari gelapnya malam mulai merayapi tidak saja punggungku, dan rasa yang membayang mulai menggenang tidak hanya di sudut mataku…

terkadang, bukan ini bukan jeda dalam arus waktu, ini bukan jeda dalam sebuah kata ‘terkadang’ tapi ini hanya sebuah perhentian untuk kembali menarik udara-udara dan kemudian berlari

aku rindu…bukan terkadang aku rindu, tapi seringnya aku rindu…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s