happy 3 monthiversary sayaaaanngggg

yuuuuhhhhuuuuu 3 bulan euy….3 bulan….

3 bulan dalam status in relationship… dan 3 bulan LDR…..

hubungan kita adalah sebuah kesempatan, tentang bagaimana kita belajar untuk mengeja waktu diantara luka, mencari definisi tentang kamu dan aku, lalu kita belajar untuk berjalan bersisian….seperti yang aku bilang bahwa aku meminta dirimu untuk menjadi partner-ku, karena kita tidak lebih, juga tidak kurang…kita saling menegur, kita saling mengingatkan…

eh ya, kadang (eerrr…lebih tepatnya sering sih) aku rindu dengan sikap bawel kamu, dan rindu caramu bilang “aku gak suka kalo kamu bla…bla..bla….” aneh ya…tapi ya itu aku rindu itu…

3 bulan sudah kita berada dalam status in relationship, kita masih perlu banyak penyesuain apalagi penyesuaian pola komunikasi kita…okay awalnya buat aku agak berat dengan pola komunikasi yang seperti ini, yang jarang bahkan bisa dihitung dengan jari kita saling mengirim kabar. tapi lama-lama kok nyaman yaa…nyaman dan aman terkendali…aku sudah menemukan ritme-nya, ritme komunikasi kita. beberapa kawanku sering nanya apa aku merasa nyaman dengan cara seperti ini? dan aku bilang iya, gak ada masalah, karena komunikasi itu bukanlah ritual namun kebutuhan dan kita tidak ada dalam status ‘wajib lapor’ karena pacaran tidak mengekang tidak memenjarakan.

tidak usah terlalu mengumbar kata sayang dan rindu, karena cukup kita saja yang merasakan, ibarat tanggul yang membendung maka kelak akan meluap menjadi aliran-aliran yang akan membasahi tanah yang kering…..

Ung, satu hal yang aku ingin katakan adalah….

if someday, you have to or want to leave…just leave, don’t ever think about me..you may leave wherever you want to…

ini tentang kebebasan…aku tidak ingin hubungan ini menjadi beban, jadi sebuah kewajiban bagimu atau bagi aku sendiri…bukankah kita berdua adalah pemuja kebebasan? bukan berarti memberi celah yang lebar bagi kita untuk bermain-main dengan perasaan…bukan sayang. aku sangat menghargai setiap keputusan-keputusan yang menurut kita itu baik…dan aku pikir akan ada kesempatan-kesempatan besar diluar sana…karena kita adalah partner yang selalu berjalan bersisian…bukan saling memenjarakan atau membebani…

Karena cinta itu membebaskan

jangan khawatir tentang aku, karena aku sudah belajar mengenai kehilangan, dan aku sudah melewatinya….kamu tau didunia ini tidak ada kehilangan yang benar-benar nyata, kehilangan itu tidak pernah ada. yang ada hanyalah kita memilih jalan yang berbeda, itu saja…

“pintu itu akan selalu terbuka lebar untuk kamu, jika kelak kamu menemukannya tertutup buka saja dengan kunci yang aku berikan padamu, karena kunci itu sudah jadi milikmu utuh dan ada aku menunggu kedatanganmu….karena ada ruang yang harus aku benahi saat kamu pergi, ruang yang harus aku perbaiki saat kamu memutuskan pergi…ruang yang bernama takut akan menjadi ruang baru, tidak ada ketakutan karena semua akan berganti meski ada luka yang menggores toh tidak terlalu dalam….karena aku mencintaimu dengan kebebasanmu….”

ada sebuah cerita Ung, tentang mencintai dan melepaskan, ini aku ambil dari sebuah novel (haduh kok lupa ya judulnya??)

ada seorang anak kecil yang bernama Benjamin, pada suatu hari dia pergi berburu dengan ayah dan kakak laki-lakinya. Ben kecil sangat senang, dan saat itu dia melihat ada burung yang cantik sekali di dahan pohon. kakaknya mengetahui jika Ben kecil mengagumi burung itu maka dia memutuskan menembaknya dengan senapan angin yang dibawanya. burung itu pun terkapar tak berdaya, Ben kecil lalu membawanya pulang, merawatnya di sangkar terbaik….semakin hari Ben kecil merasa bahwa burung itu tidak lagi memiliki keistimewaan sampai akhirnya dia memutuskan melepas burung itu…saat Ben kecil melepasnya saat itulah dia kembali mengagumi kecantikan si burung itu.

Ben beranjak dewasa, dan dia pun jatuh cinta pada gadis yang ditemuinya di padang rumput…saat itu gadis tersebut sedang bernyanyi, suara dan tawa lepasnya yang membuat Ben jatuh cinta. mereka pun menikah… bertahun-tahun menikah Ben merasa gadis yang diperistrinya bukan lagi gadis yang dulu dia cintai…gadis itu kehilangan pesonanya di mata Ben….

suatu hari Ben memperhatikan istrinya, dan dia merasa hari itu istrinya sangat cantik sekali….mata Ben tak lepas menatap istrinya. sampai akhirnya dia memerhatikan istrinya menunggu bis di halte dekat rumah mereka, saat itulah perasaan yang dulu muncul lagi…Ben kembali jatuh cinta pada istrinya. Ben pun mengikuti bis yang membawa istrinya pergi, ternyata istrinya turun di depan sebuah penginapan dan masuk ke sebuah kamar. Ben terus mengikuti sampai akhirnya dia melihat ada laki-laki lain dalam kamar itu….istrinya selingkuh…..dengan menahan amarah, Ben pun berjalan kearah pintu kamar itu, dia sangat marah dan cemburu sekali….tapi tiba-tiba langkahnya tertahan, Ben teringat pada burung yang ditembak kakaknya saat dia masih kecil, dia teringat kekagumannya pada burung itu dan dia teringat apa yang membuat dia mencintai istrinya…..kebebasan….itu yang membuat dia mengagumi burung dan istrinya

Ben pun mengurungkan niatnya untuk masuk dan melabrak istri serta pria itu. bagi Ben, dia hanya akan menyakiti istrinya yang ternyata selama ini menyimpan mimpi lain. Ben tidak ingin merampas kebahagiaan istrinya, cukup dia saja yang kini merasakan sakit itu. Ben pun menyadari bahwa dia mencintai kebebasan. saat dia mengurung burung itu dalam sebuah sangkar, burung tersebut tidak dapat menikmati indahnya dunia, tidak dapat mengepakkan sayapnya dan berkelana….begitupun dengan pernikahan, yang mengurung istrinya dalam sebuah rutinitas yang dibalut dengan konsep kewajiban.

Ben pun pulang kerumahnya, menunggu kepulangan istrinya diteras rumah mereka, hingga malam hari istrinya tak kunjung pulang. kemudian Ben masuk kedalam rumah dan melihat foto pernikahannya, dia pun tersenyum dan beranjak tidur.

begitu ceritanya Ung, bukan berarti aku memperbolehkan konsep selingkuh yaa…(amit-amit jabang bayi, kalo sekedar flirting sih gak masalah, tapi jangan selingkuh yaaaa………*pasang muka lebay).

masih banyak hal yang harus kita prioritaskan, masih banyak hal yang bisa kita lakukan dengan menjadi partner, bekerjasama dan saling mendukung untuk meraih mimpi yang sudah ditorehkan…. aku mencintaimu dengan kebebasan kamu Ung, bukan karena hal-hal lain, yaa karena dari awal aku bertemu denganmu aku merasa kamu tipikal orang yang bebas….

tidak butuh sebuah alasan untuk membebaskan, karena ketika kita memutuskan untuk bersama pun tidak memakai alasan, alasan itu hanyalah rangkaian dari rumusan logika, sedang apa yang kita jalani sekarang tidak menggunakan rumus itu. spontan dan bebas dan hayoo jalani saja….dan aku menyukai spontanitas itu….

aku tidak ingin merengkuhmu dengan erat, menahanmu untuk menghirup udara bebas, memaksa tanganmu menggandeng tanganku…aku hanya membuka lebar tanganku, membuatmu merasa nyaman dan tanpa harus banyak menggunakan deretan huruf aku ingin membuatmu merasa istimewa…because you’re mean to me!

aaiihhh sudah lama sekali aku tidak merasakan perasaan ringan seperti ini, yaa benar-benar ringan dan aku senang….thanks Ung for being my special one, yes you are my treasure…… 

I love you sayang,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s