beberapa saat setelah melepas dunia maya

yaa…beberapa menit setelah saya resmi menutup akun jejaring sosial saya, email masuk bertubi-tubi, dan dering hape penanda ada pesan masuk pun tak berhenti bunyi…saya tidak meresponnya, email tidak saya baca, hape pun saya silent dan memasukkannya kedalam laci meja kantor….dadadada….hari ini adalah hari tanpa gangguan, gangguan dari manapun….

baru pada malam harinya saya membalas sms yang masuk yang rata-rata menanyakan alasan kenapa saya menutup akun jejaring sosial saya…yaa mereka teman-teman yang sudah tau persis saya yang amat sangat tidak bisa lepas dari kegiatan berjejaring sosial….saya pun cuma menjawab singkat: Bosan aja 🙂

salah seorang kawan pun menelpon saya, karena dia merasa keputusan ini aneh banget..

“bukan kamu banget deh Ren” katanya

dan saya pun hanya tertawa….dan hanya bilang bahwa ini adalah keputusan pertama dalam proses pencarian identitas saya,

“bukan karena bosan sebenarnya, saya butuh jejaring sosial untuk mendapat kabar atau informasi, cuma ada hal lain dan hal lain itu tidak bisa saya bilang” jawab saya singkat.

salah seorang kawan seorganisasi pun bertanya, dan padanya-lah semua saya ceritakan alasan-alasan saya menutup jejaring sosial. too much disatraction, overloaded information itu hanya bagian kecil….

“itu hanya di jejaring sosial saya menghilang, bagaimana kalo di kehidupan nyata saya benar-benar menghilang, tidak ada saya; irine octavianti kusuma wardhanie, tidak ada saya yang ada disini…coba bagaimana kalo itu terjadi?” tanya saya

dia pun hanya diam, dan kemudian dia bertanya

“do you want to go?”

“someday….” jawab saya

“where?” tanya kawan saya

“some place where i can be truly I’m….painless….” jawab saya singkat….

dia pun memeluk saya…..aahh sekuat tenaga saya menahan agar mata bisa membendung aliran airnya….

 

di dunia ini hanya ada dua hal, ditinggal atau meninggalkan, keduanya meninggalkan lubang yang cukup dalam….kemarin saya membaca sebuah tulisan seorang kawan yang judulnya tidak ada siapa yang meninggalkan siapa….tulisan itu tentang bagaimana dia meyakinkan perempuan yang dikasihinya bahwa ketakutannya untuk ditinggalkan itu tidak beralasan, karena baginya dan bagi perempuannya tidak akan ada siapa pun yang meninggalkan dan ditinggalkan…tulisan yang bagus, pikir saya saat itu…membacanya membuat pikiran saya melayang kembali ke masa lalu, bahwa saya pernah merasa yakin bahwa saya tidak akan ditinggalkan oleh orang yang saya sayang….tapi itu masa lalu…dan akhirnya memang kita harus meninggalkan masa lalu bukan…..

“saya memilih untuk meninggalkan…karena sudah lama saya diam dalam ruang kosong itu, menunggu kedatangan seseorang untuk masuk pun belum bisa sepenuhnya mengisi kekosongan itu…” ujar saya pada kawan saya…

“why?” tanya kawan saya

” I don’t know…I guess I’m too much afraid of something I don’t know…..” jawab saya sambil memainkan botol kosong dihadapanku…..

“aku pikir kamu sudah siap untuk melepaskan…” ujarnya

“saya siap…..siap untuk melepaskan dan kemudian siap untuk pergi berkelana…toh lubang karena ditinggalkan itu hanya sebesar telunjuk saja, kemudian balut saja” ujar saya….

 

pelajaran yang paling penting dalam hidup adalah kehilangan, dan bagaimana kemudian kita kembali mengisi rasa kehilangan itu agar penuh kembali…saya hanya merasa takut akan lubang berikut yang akan tinggal….tantangan yang harus saya jawab adalah melepas semua kesenangan dan kenangan yang saya miliki….jejaring sosial adalah langkah awal….

welcome real world

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s