hujanmu kini aku

apa yang paling menyakitkan selain mengetahui orang yang berada disisimu tidak bahagia? kehilangan itu tidak menyakitkan selain ada harapan yang tersembunyi dibaliknya

Jogja, 8 Februari 2012

aku duduk disudut ruang sebuah kafe favoritku, memesan coklat panas dan menikmati suasana jalan…langit mendung dan terimakasih Tuhan hujan akan datang sore ini, kataku dalam hati…sudah lama aku merindukan hujan yang menahanku agar tinggal lebih lama…

hujan..aahh berapa banyak kenangan yang terukir karenamu….pikiranku pun melayang meloncati batas-batas waktu, mengingat kembali cerita tentang hujan yang biasa bersenandung di hari-hariku

***

“Rin, hujan..ayoo lari” ujarmu sambil mempercepat langkah

“kenapa harus lari, jalan saja….gak apa-apa hujan itu biasa” kataku padamu sambil memegang tanganmu berusaha menahan laju jalanmu…

“nanti sakit…” katamu sambil menarikku untuk berjalan lebih cepat

“aahh manja..” kataku setengah mengejek.

dan kita pun menemukan ruang kosong di emperan toko, seragam kita basah dan kamu sibuk mengeringkan kacamatamu dengan sapu tangan yang juga basah….

“bagus….hmmm harum…” kataku

“apanya?” tanyamu

“hujan…lihat deh semua orang jadi warna-warni karena payungnya, jas hujannya, semua orang basah…semua orang sama….coba deh tutup mata kamu dan hirup aroma tanah…aroma aspal, aroma rumput yang basah…harum khan?” ucapku sambil menutup mata…menikmati lantunan hujan 

“aneh…” katamu sambil mengelus kepalaku yang basah…

“biarin…” ujarku dan aku menyandarkan kepalaku di bahumu, memejamkan mata dan menikmati nyanyian hujan…..

***

“Kenapa kamu suka hujan?” tanyamu pada suatu sore di sebuah restoran di kota Semarang… saat itu kita sedang merayakan kelulusanku…..

“karena hujan selalu menahanku untuk duduk diam, karena hujan itu sederhana, dan karena hujan aku bisa bilang I love you…” kataku sambil memainkan sendok dalam gelas 

dan kamu mengeluarkan amplop dan memintaku untuk membacanya…..

mataku berbinar…dan aku langsung menghambur ke pelukanmu….

“hujan, hayo kita rayakan…” kataku sambil menarikmu keluar dari restoran itu……

I can show you, I can show you.
Rain, I don’t mind.
Shine, the weather’s fine.
Can you hear me, that when it rains and shines (Rain_The Beatles) 

***

“kamu tau arti namamu Rin?” tanyamu

“hmm kata orang sih artinya kebahagiaan…entahlah aku gak tau” jawabku sekenanya

“pelangi Rin, arti namamu pelangi….” jawabmu sambil memeluk bahuku….

“oohh yaa? bagus dong, gak salah kalo aku suka hujan..khan hujan melahirkan pelangi..” ujarku dan aku pun bersandar dibahumu…..

***

“jangan pergi….” pintaku sambil memegang tanganmu….

“aku benci rumah sakit…”lanjutku….

kamu hanya memegang tanganku erat……

dan aku melihatmu berjalan keluar ruangan tempat aku dirawat, melihat punggungmu yang pernah menjadi tempat sandaranku…


“Bi….” aku memanggilmu lirih.

“jangan pergi, diluar sedang hujan….” kataku berusaha menahan titik-titik air yang menggenang di sudut mataku….

dan kamu tidak pernah membalikkan badan, kamu bahkan tidak melihatku saat berjalan keluar…kata mereka kamu pergi dan hanya berkata “aku mau main hujan……”

 

*****

sore ini aku pulang kantor lebih cepat dibandingkan hari-hari biasanya, ada janji yang harus aku tepati. duduk di sudut sebuah kafe favoritku, dengan coklat panas dihadapanku aku menikmati sore saat hujan mulai mengguyur bumi….sayang aku tidak dapat menikmati aroma tanah yang basah….aku hanya menikmati rintiknya dari kaca jendela.

aku sudah menulis cerita lain……cerita tentang hujan, bukan dengan kamu tapi dengan dia….sayang dia pernah bilang tak suka pada hujan…jadi aku memanggilnya matahari…iya dia matahari yang membakar…dia membakar aku dan entahlah mengapa aku menyukai dan mencintai dia….

matahariku ternyata mendamba hujan lain, hujan dari kenangan masa lalunya…..aahh rasanya aku ingin berkata “hujanmu itu aku….hujanmu kini aku..”

kadang aku merindukan kehadirannya untuk duduk bersamaku dan menikmati hujan…..

sayang dia matahari yang tak mendamba hujanku…..

…When it rains, will you find an escape?
just running away from all of the ones who love you
from everything… (When it rains_Paramore) 

apa aku harus diam dan berpura-pura bahwa dia menikmati hujanku juga?

atau apa aku harus lebur dalam panasnya dan menikmati tarian tanya ini sendiri?

aku mencintainya, ingin berbagi hujanku dengannya…sayang pintunya belum terbuka…

apakah aku harus berjalan dan meninggalkan pintunya yang masih tertutup?

atau aku harus tetap bertahan meski kadang aku tak tahan pada panas matahari…..

aku melihat ke langit yang abu-abu…bagiku indah…..

hujan terimakasih sudah datang sore ini

….cause when I look to the sky something tells me you’re here with me
and you make everything alright
and when I feel like I’m lost something tells me you’re here with me
and I can always find my way when you are here… (When I look to the sky_Train)

“hujan katakan pada dia, matahariku, bahwa ada aku…hujanmu kini aku…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s