remuk semua…….

hari ini saya telat  30 menit ke kantor (pffhh untungnya kerja di LSM jadi telat dikit gak apa-apa :-p)

sebenarnya sih saya udah bangun dari jam 5 pagi, ehh lebih tepatnya gak bisa tidur dari semalam…cuma guling-guling aja ditempat tidur, nyoret-nyoret di sketch book trus diwarnai, entah jadi gambar apa itu…abstrak…gak jelas….nyelesain baca novel karangan J.D Salinger yang judulnya The Catcher in the Rye, yang tidak pernah khatam saya bacanya, gara-gara gak ada waktu (iihhh alasan klise) dan akhirnya semalam suntuk saya menamatkan novel yang bercerita tentang pencarian jati diri seorang remaja yang bernama Holden Caulfield, yang baru saja dikeluarkan dari sekolah elit dan paling bergengsi karena tidak lulus ujian…menariknya novel ini benar-benar lugas dalam mengkritisi sebuah sistem pendidikan, rasa frustasi akibat tekanan-tekanan yang timbul dari struktur sosial dan relasi atau hubungan dengan keluarga yang sangat kaku….perjalanan Holden dari satu bar ke bar lain, dari satu penginapan ke penginapan lain, dan tidur dengan banyak perempuan serta kata-kata umpatan khas masyarakat kelas bawah membuat mata saya melek semalam….puaaaasss bisa baca lagi….resensinya nyusul yaaa…udah lama juga nih gak nulis tentang buku yang saya baca, film yang saya tonton, dan musik yang saya (lagi) denger….apa kabar blog saya yang itu yaaa? *garuk-garuk kepala*

oh ya kenapa judulnya remuk semua? karena saya memang lagi remuk lahir dan batin, fisik dan mental *hhaaasssyy mulai lebay*

badan rasanya kayak abis diinjak gajah (padahal saya gak tau rasanya diinjak gajah itu gimana) gara-gara menari semalam. porsi latiannya sih biasa, dua setengah jam dengan gaya yang memaksa saya harus loncat-loncat, lipat-lipat badan, jengkang-jengking dan sebagainyalah….kata mba pelatih, malam itu saya sangaaaaattt menjiwai tarian itu…emang sih cerita tarian itu bagus, tentang perempuan yang jatuh cinta pada hujan (eerrrr….topik galau) tapi hujan itu selalu pergi….ada perasaan marah, kecewa, frustasi, bahagia, patah hati, sedih dan bla bla bla yang menyelimuti si perempuan…nah perempuan itu selalu mengadu pada samudra, meminta samudra agar meluap dan membuat hujan…yaaa tarian ini tari yang penuh emosi dan semalam emosi saya keluar semua sampe nangis segala pas adegan si perempuan itu berteriak minta samudra agar mengembalikan hujannya……

kata mba pelatih kalo saya bisa benar-benar fokus dan bisa menjiwai tokoh si perempuan, saya bisa dapat peran itu…aaahhhh…Bismillah semoga dapat…semaaaangggaaattt….

“kamu patah hati terus aja Rin sampe pentas bulan Juli” kata mba pelatih becanda

“ogaaaahhhh..gak mau…bayangin ditinggal pacar tersayang udah bikin hati tersayat-sayat apalagi harus benar-benar ngerasainnya, ada didalam situasi ditinggal…gak maaauuu” kata saya……

ya benar sih, semalam itu saya nari pake emosi…saya bisa merasakan apa yang dirasakan si perempuan itu, dan sempat sekilas saya merasakan perasaan remuk yang bikin saya benar-benar nangis saat harus menarikan adegan perempuan meminta pada samudra agar hujannya datang, dan perasaan hancur saat harus melihat hujan itu pergi……benar-benar bisa merasakannya, mungkin karena saat ini saya lagi ada dalam masa-masa entahlah, mungkin galau-galau gak jelas…..

saking menjiwai tarian itu saya gak nyadar kalo badan udah ada bercak-bercak birunya dan jempol kaki kiri berdarah dan meninggalkan bekas di dalam kukunya…sakit ciiinnggg…..

pegel-pegel, remuk-remuk dan naik motor harus pake gaya meringis segala…tapi emang nari itu bikin saya ketagihan, bisa bikin tenang bisa bikin apa lagi yaa?? hmmm bikin berasa makhluk Tuhan yang paling seksi hahahha….cuma masalahnya saya bermasalah di ekspresi, kadang-kadang ekspresi saya itu terlalu kaku…tari kontemporer itu butuh ekspresi……hmmm semua tarian sih butuh ekspresi..jadi gak heran nih ya kalo di kamar mandi saya suka mainin muka, nyari-nyari ekspresi…..

bagi saya menari itu adalah sisi lain dari hidup saya, saya bebas mau bergaya seperti apa, bergerak yang kayak gimana, karena apapun yang saya lakukan selama saya menari itu adalah bagian dari seni….kalo di kehidupan nyata saya terikat dengan label-label yang membuat gerakan saya terbatas….

menari bisa menyalurkan emosi saya, saya bisa jadi orang yang tanpa kompromi yang menuntut kesempurnaan, saya bisa hanyut dengan musiknya, saya bisa pake topeng dengan ekspresi muka saya, saya bisa marah, saya bisa senang…..saya bisa apapun….

jadi kalo stress menari saja, kalo senang ya menari juga…pokoknya nari aja deh, biar mau remuk biar mau pegel yang penting nari

selamat menari duniaaaa………

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s