Review : Sa’unine string orchestra ‘ndagel

bagaimana caranya menikmati musik orkestra yang terkenal mahal tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam? bagaimana caranya menikmati konser musik orkestra dengan suasana yang santai dan lebih banyak ‘ndagelannya* ?

Kamis malam lalu tepatnya tanggal 9 Februari 2012 bertempat di Concert hall TB, sekelompok pemain musik gesek yang menamakan dirinya Sa’unine membuktikan bahwa musik orkestra itu bisa dinikmati oleh semua kalangan, tanpa harus membayar mahal, tanpa harus berpakaian formal, tanpa harus memiliki kapasitas otak dan pendengaran tingkat tinggi untuk bisa menikmati musik orkestra.

saya dan beberapa orang teman yang tidak berhasil mendapatkan tiket undangan tetap bertahan dan melakukan segala acara agar bisa masuk ke concert hall. untunglah bagi kami yang sudah hafal betul jalan masuk dan beberapa pintu rahasia di TBY sehingga dengan sedikit trik kami pun bisa masuk dan mendapatkan kursi yang lumayan nyaman untuk menikmati penampilan Sa’unine hahahahahha

Sa’Unine yang dalam bahasa jawa berarti asal bunyi, terbentuk sejak tahun 1992 dan telah melanglang buana kebeberapa daerah di Indonesia, semalam berhasil menghipnotis para tamu yang memenuhi concert hall TBY dengan penampilan mereka yang sangat atraktif dan lebih banyak ‘ndagelan dan membuat suasana di concert hall hidup. dengan memainkan lagu-lagu dari album pertama dan kedua mereka, membawa saya dan (pastinya) tamu undangan yang hadir berpetualang dari satu daerah ke daerah lain, karena beberapa lagu daerah diaransemen ulang dengan komposisi yang sangat bagus sekali, memberikan nuansa baru pada musik daerah Indonesia.

penampilan beberapa bintang tamu seperti Saat Borneo yang memainkan seruling, Sheila on 7, dan Andre Dinuth, serta Sruti Respati dan Silir Pujiwati memberikan warna baru pada musik orkestra yang biasa identik dengan musik klasik namun mampu dipadupadankan dengan musik dari genre lain seperti pop, keroncong, rock bahkan hiphop. ini pertama kali bagi saya menikmati musik orkestra dengan suasana yang berbeda.

oh ya lagu nina bobo yang dimainkan pun mampu membawa saya kembali ke masa kecil saat ibu meninabobokan saya dan adik saya. dan untuk pertama kali saya mendengar lagu yang berjudul If I could turn back time yang oleh konduktor -nya mas Oni bercerita bahwa lagu ini adalah hasil curhat kawannya yang ingin kembali memeluk sang anak namun sayang tidak bisa lagi. saya pun membayangkan ayah saya yang pernah berkata bahwa jika dia mampu mengulang lagi waktu maka dia akan memiliki kesempatan menggantikan waktu bersama keluarga yang hilang.

banyak kejutan-kejutan serta banyolan-banyolan yang ditampilkan oleh Sa’unine dan mereka mampu mematahkan konsep musik orkestra itu kaku dan berat. mereka tidak seperti namanya yang berarti asal bunyi, kelihaian mereka adalah mampu membawa penikmat musik kembali pulang kekampung halaman (maklum anak rantau) dan meloncati lorong waktu mengenang masa kecil.

aahh terimakasih untuk malam yang mengantar saya kembali ke masa lalu dan kembali pulang ke tanah kelahiran saya, Sulawesi…tidak sabar untuk menunggu penampilan Sa’Unine yang berikutnya….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s