Untuk adikku…untuk valentine yang dirayakan bagi dirimu

14 Februari 1989

pagi itu saya dibangunkan oleh salah seorang ajudan bapak, saya digendong dan didudukkan diatas sepeda motor merah milik bapak, dengan mata masih mengantuk saya memegang ujung baju lorengnya. kami pun pergi menyusuri jalan raya kota makassar dan sampailah kami di sebuah bangunan bercat putih. kami menyusuri jalan yang lebih mirip labirin, berpapasan dengan orang-orang yang berpakaian serba putih dan perempuannya memakai topi kecil yang lebih mirip perahu kertas terbalik. 

sampailah kami didepan sebuah kamar, saya melihat ada sosok yang sangat saya kenal, dengan berlari kecil saya menuju kesosok itu…”bapaaakkk” dan sosok itu pun menoleh dan kemudian dia menggendong saya…tangannya yang satunya lagi menggandeng tangan kakak saya, kami pun masuk kedalam ruangan yang sunyi itu….

saya kemudian didudukkan dipinggir ranjang tempat seorang wanita yang terbaring lemah…

“ibu” kata saya sambil tiduran disampingnya. dan wanita itu membuka matanya dan tersenyum. kakak saya duduk dikursi dipinggir ranjang sambil memegang sebutir buah apel yang dibawanya dari rumah…

tak lama bapak mengajak saya dan kakak pergi kesebuah ruangan lain. ruang itu lebih mirip akuarium, karena dindingnya hanyalah kaca bening dan tebal. saya jadi ingat akuarium saya dirumah. 

“itu adikmu..” kata bapak sambil menunjuk kesalah satu tempat tidur bayi…sayangnya saya tidak bisa melihatnya, kemudian seorang wanita berpakaian putih dengan topi kecil dikepalanya, yang kelak saya mengetahuinya sebagai seorang perawat, masuk kedalam ruangan. saya pun mengikutinya dari belakang…saya melihat adik saya….adik saya yang baru beberapa jam tadi lahir…

14 Februari 1989, 23 tahun lalu…selamat datang adik kecil….

dan saya pun resmi menjadi seorang kakak…kata ibu saya harus menjaga adik saya supaya tidak diambil orang..kata ibu namanya Pretty Valentine Fajriandini…..kata ibu saya harus sayang sama adik saya, dan kakak saya memanggilnya Dini…saya pun memanggilnya Dini dan semua orang memanggilnya Dini

****

23 tahun sudah saya menjadi seorang kakak….dan kini adik kecil yang tangannya selalu saya gandeng saat jalan menuju sekolah, yang selalu saya suruh-suruh atas nama seorang kakak, yang selalu mengikuti kemana pun saya pergi, yang gandengan tangannya pernah terlepas dan dia pernah hilang tersesat dalam labirin kota yang rumit…dia kini sudah 23 tahun….

bukan lagi ucapan selamat datang adik kecil…tapi yang pantas adalah selamat berjuang adikku…bertambah bijaklah dalam menghadapi dunia, rendah hatilah dalam menapak, senyumlah meski terik membakar…..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s