tangan kecil itu menulis……..menulis tentang semangat dan harapan

jangan menyerah jika ingin menjadi juara..tetap semangat

itu salah satu tulisan dari seorang anak kecil yang harus dirawat karena kanker…tulisan khas anak kecil yang tidak teratur itu dibaca bergiliran oleh saya dan kawan-kawan sembari duduk di ruang serbaguna gedung Estella RS. Sardjito, melepas lelah setelah pagi tadi kami sukses menghibur adik-adik dengan pertunjukkan boneka. masih ada tulisan lainnya yang membuat kami harus diam, saling menatap dan mencoba memaknai tulisan itu.

14 February 2012,

tidak ada yang istimewa bagi saya secara pribadi dengan tanggal 14 februari meskipun bagi kebanyakan orang di bumi ini sibuk merayakan hari yang diklaim sebagai hari kasih sayang, hari untuk warna merah jambu, hari untuk coklat, dan hari pro-kontra untuk beberapa agamawan.

tidak ada yang istimewa selain tanggal 14 februari merupakan tanggal kelahiran adik saya, dan hari ini 14 februari 2012 adalah tanggal bagi saya untuk lebih memaknai hidup, semangat untuk hidup, semangat untuk menjadi juara, semangat yang tidak saya dapatkan darimanapun melainkan dari sosok-sosok kecil yang mengajarkan pada saya betapa beruntungnya saya, dan betapa hebatnya mereka.

berawal dari ide sederhana, saat hujan deras mengguyur kota Jogjakarta, saya dan teman-teman relawan Jogja Biennale XI chapter Jogja National Museum berkumpul setelah siang tadi bertemu dengan sebuah ormas yang ingin mengajak kami bergabung dengan mereka yang katanya akan mengembalikan kejayaan nusantara (beeeuuhh). kami pun melontarkan candaan mengenai ormas dan beberapa parpol lainnya, bukan candaan tapi juga hinaan hahaha…yaa politik itu busuk Jendral! ujar saya. dan saya pun mencetuskan sebuah ide agar kita melakukan sebuah aksi kecil dan sederhana; berkunjung ke rumah sakit dan menghibur pasien-pasien disana.

sebenarnya kegiatan ini sudah pernah saya lakukan dulu, bersama sahabat-sahabat saya sewaktu masih tinggal di Manado. kondisi fisik yang lemah-lah yang memaksa saya harus keluar masuk rumah sakit dan menjadi akrab dengan lingkungan rumah sakit. kini bersama kawan-kawan relawan Jogja Biennale XI; yang kemudian membentuk komunitas The Ringin’s, kami merencanakan pada tanggal 14 februari 2012 kami mengunjungi adik-adik yang dirawat di rumah sakit karena menderita kanker juga saudara-saudara yang menderita ODHA (Orang Dengan HIV AIDS).

sebulan lebih bergerak mencari dan mengumpulkan dana, mulai dari ngamen, jualan stiker, bikin pentas seni di kawasan titik O kilometer, sampai menyebarkan proposal (yang ditolak dari cara halus sampai mentah-mentah), akhirnya kami berhasil mengumpulkan uang dengan nominal yang cukup…amat sangat cukup untuk membuat sekian ratus coklat, sekian ratus batang bunga mawar merah dan sekian ratus butir apel merah…dan yaa semua seperti yang kami rencanakan.

14 Februari 2012, 09.50 am 

kami sudah berkumpul di ruang serbaguna gedung Estella RS. Sardjito, semua sudah siap, tinggal menunggu kedatangan teman-teman dari panggung boneka fakultas sastra inggris sanata dharma. 40 menit sudah berlalu, kemudian dengan dipandu oleh para suster, adik-adik kecil menuruni tangga satu persatu, dengan tiang-tiang infus yang menyangga botol infus agar tetap mengalirkan cairan-cairan infus melalu selang yang disuntikkan ke tangan kecil dan rapuh, adik-adik itu dengan semangat dan penasaran akan suguhan pagi itu, duduk di bangku yang sudah kami atur. mereka seolah tak peduli dengan kondisi fisik mereka, bahkan ada yang harus menahan rasa sakit saat harus berdiri, tetap saja ingin duduk di paling depan.

it shows time….

seorang dokter perempuan, yang namanya tidak saya ketahui, datang menghampiri saya, dengan nada tegas dan terkesan galak dia menanyakan acara ini sampai jam berapa karena dia khawatir dengan kondisi pasien-pasien kecilnya. saya meyakinkan bahwa kurang dari 10 menit acara akan selesai. saat itu jam menunjukkan pukul 10.32 am. dan dia pun pergi sambil sesekali mengintip dari jendela, mungkin untuk memastikan kondisi pasien-pasien kecilnya.

kurang dari jam 11 siang acara pun selesai, saatnya adik-adik kecil kembali ke ruangannya, kembali untuk beristirahat. sebelum kembali ke ruangan, kami dan para boneka tangan memberikan bingkisan kecil, coklat yang sudah dibuat oleh beberapa kawan, bunga mawar, buah apel….tidak mewah, tapi sudah cukup memberikan sinar di mata mereka.

dengan tangan yang masih diinfus, mereka menerima bingkisan kami itu…apa yang paling bahagia selain melihat mereka tersenyum? apa yang paling mengharukan selain ucapan cepat sembuh dan tetap semangat dik? apa yang bisa membuat kedua kaki ini tak mampu menopang badan saat berpelukan dengan orang tua mereka dan memberikan mereka semangat untuk kesembuhan buah hati mereka? yang saya rasakan adalah…ya Tuhan mereka masih begitu kecil, rapuh dan lemah, tapi mereka sangat kuat…mereka selalu tersenyum, meski harus menahan sakit…dan saya merasa begitu kecil dibandingkan mereka, dibandingkan sosok-sosok kecil itu.

ruang serbaguna kembali senyap….saya dan beberapa teman pun melanjutkan ‘misi’ berikutnya, mengunjungi ODHA yang dirawat di RS. Sardjito….tak cuma kanker dan ODHA, kami pun berkunjung ke bangsal Radiologi dan bangsal anak untuk membagikan coklat, apel dan mawar. hari ini saya dan kawan-kawan melihat titik haru di mata orang-orang yang mendapatkan bingkisan sederhana kami, kami mendengar banyak doa, kami mendapat pelukan hangat dan tulus dan kami mendapat sebuah genggaman harapan.

jangan menyerah jika ingin menjadi juara..tetap semangat

kata-kata dari secarik kertas itu yang menjadi semangat bagi kami, bahwa ini hanya sebuah momen…aahh ada impian yang kami tautkan dalam pohon harapan yang dibuat dengan sederhana…pohon yang membuat kami memiliki harapan untuk membantu mereka….

valentine kali ini bagi saya bukan tentang coklat dan bunga, valentine kali ini bagi saya adalah pelajaran yang diajarkan oleh sosok kecil yang bahkan dokter pun mengatakan bahwa harapan mereka layaknya sebuah kabut….

pulang kerumah..dan sosok kecil itu membayangi…. sabar dik akan ada hari dimana kita akan bermain dan mengejar pelangi….

terimakasih untuk:

  1. kawan-kawan The Ringin’s, untuk hari dimana kita berbagi tawa, marah, maki dan lelah…adalah waktu yang berharga berbagi dengan kalian
  2. Bu Neni, Direktur Jogja Biennale, atas segala dukungan dan nasihat untuk kami…sebuah keluarga telah lahir dari biennale
  3. Kawan-kawan FSG; mas Yophi dan tante Kristi untuk waktu yang telah dibagi, untuk sebuah cerita tentang semangat adik-adik meski harus berjuang melawan kanker
  4. Mba Ari, mba Arin dan teman-teman dari panggung boneka Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma…saya mau bonekanyaaaa 😉
  5. suster Dwi, suster Laila dan perawat lainnya serta para dokter di bangsal Estella, untuk kesabaran dan kelapangannya merawat adik-adik kecil di ruang Estella
  6. dr. Pudjo, selaku penanggung jawab ruang Estella…terimakasih dokter atas masukan dan kesediaannya membiarkan kami masuk kedalam ruang paling steril di RS. Sardjito
  7. Mas Samuel dari LSM Victory yang mendampingi kami bertemu saudara-saudara ODHA
  8. seluruh staff, dokter dan perawat RS. Sardjito..terimakasih atas waktu, atas tegurannya juga atas kelapangannya menginjinkan kami menjelajah sudut rumah sakit
  9. untukMu Tuhan….terimakasih…sudah itu saja…..

jangan pernah menyerah untuk menjadi juara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s