tentang mereka yang ingin memiliki jendela dunia

suatu hari ibu memanggil saya
“Na, ambil buku yang paling kamu suka..” katanya
dan saya pun menurutinya, saya memilih tidak hanya satu buku, tapi beberapa buku. dalam pikiran saya paling buku ini akan dibaca atau diliat sama ibu, syukur-syukur disampulin lagi karena sampulnya sudah jelek. kemudian ibu menunjuk kearah kotak karton berwarna coklat sambil berkata “taruh disitu bukunya”.
saya melihat didalam kotak itu ada mainan adik saya; boneka, kaset video game, kertas gambar dan yang lainnya. saya pun melirik ke kotak karton disampingnya dan melihat ada tumpukan baju yang sudah terlipat rapi, dan disebelahnya berjejer kantong plastik yang saya tidak tau isinya apa. perasaan ragu dan curiga pun membayang dibenak saya, dan saya pun bertanya pada ibu,
“bukunya mau diapain bu?” 
“mau dibawa ke panti asuhan” jawab ibu. dan saya pun bergegas masuk kamar sambil memegang erat buku-buku yang tadi saya bawa. saya tidak rela buku saya diberikan ke orang lain, ke anak lain yang tidak saya kenal…
saat itu saya bersikeras tidak mau memberikan buku saya, sampai ibu berkata bahwa dia tidak akan membelikan saya buku lagi jika sikap saya seperti ini; bahkan dia mengiming-imingi saya akan membelikan buku baru yang saya mau asalkan buku lama mau disumbangkan tetap tidak merubah pendirian saya. TIDAK MAU! dan mengurung diri di kamar. saat itu saya tidak ingin ada orang lain yang memiliki buku-buku saya, karena saya yakin mereka tidak bisa merawat buku-buku itu. 
“buku ya buku, harus dibaca…apa yang akan kamu lakukan sehabis membacanya? menyimpannya? bukankah itu menjadikan buku itu tidak berguna” kata bapak. 
 

seberapa sering kita membaca buku? apa sih artinya buku bagi kita? apa yang kita rasakan saat membaca buku?

bagi saya, buku adalah sahabat terbaik, saya bisa berimajinasi, membangun dunia di alam pikiran saya dan bermain lewat kata-kata yang tertoreh didalamnya. mungkin saya adalah anak yang paling beruntung, meskipun masa kecil saya tinggal di pelosok kota kecil di utara pulau sulawesi, dan harus menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam untuk sampai di pusat kota dan ‘bertamu’ di toko buku kecil di kota manado, namun tetap bisa mendapatkan buku-buku yang saya idam-idamkan.

semakin dewasa saya semakin mencintai buku….sampai-sampai ada anekdot dirumah “gak makan gak masalah asalkan tetap bisa baca buku”. itu karena saat dirumah, semua orang sibuk membaca, entah buku, komik, ataupun majalah dan koran. dan saya pun bisa membeli buku sepuasnya, karena sudah tidak perlu lagi minta dibelikan oleh orangtua….

sayangnya, tidak semua anak yang seberuntung saya. masih banyak yang harus memendam keinginan mereka untuk memiliki buku, bagi mereka buku adalah barang mewah, yang hanya mampu dibeli dalam angan-angan saja, hanya mampu memimpikannya saja.

****

“Kak Rosa, bawakan kami buku…”

itulah sepenggal kalimat yang ditulis oleh tangan-tangan kecil yang berharap untuk mendapatkan sedikit kemewahan itu. anak-anak Manusela, Ambon; yang tidak meminta apa-apa, hanya buku…hanya buku yang bisa mereka baca. begitu besar harapan mereka untuk bisa menikmati ‘kemewahan’ sebuah cerita yang tertoreh dilembar-lembar kertas, yang bisa membawa mereka menjelajah ruang-ruang imaji sederhana mereka.

buku…..jendela kecil yang bisa menjangkau ruang tanpa batas, membawa bulir-bulir mimpi untuk ditorehkan dan diwujudkan…

dan kini, adik-adik di Manusela Ambon bisa menikmati jendela yang mereka bangun lewat torehan kata-kata di balik lembar-lembar buku, itu karena ada orang-orang hebat yang ingin berbagi ‘sahabat’ dengan adik-adik di Manusela….

Mba Rosa, Mas Anjar, Febi, dan semua orang yang terlibat dalam 1 buku untuk Indonesia ini adalah orang-orang hebat. mereka membangun ‘jendela’ kecil dan sederhana untuk adik-adik di Manusela agar bisa melihat luasnya dunia.

mewujudkan mimpi anak-anak yang bahkan tidak tau apa itu TOMCAT  dan tidak tau perduli harga BBM mau naik atau tidak. yang mereka inginkan hanyalah bisa memiliki Jendela menyentuh dan bermain-main dalam ruang yang dibentuk dalam imajinasi mereka….

masih banyak lagi anak-anak lain yang ingin memiliki ‘jendela’ itu, dan masih banyak buku yang teronggok yang ingin menjadi buku seutuhnya, menjadi sahabat baik bagi mereka yang ingin melihat dunia….

bukankah menyenangkan jika kita membagi imajinasi kecil kita kepada mereka melalu tulisan-tulisan yang sama? bukankah akan sangat menyenangkan jika kita bisa menjelajah ruang dunia melalui jendela yang sama?

semua akan jadi menyenangkan…….tentang buku, tentang mereka yang ingin memiliki jendela sederhana…..jendela dunia….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s