repost: si kecil Pelita Ayu Cahyani; potret kecil rakyat kecil

Jogja 29 Maret 2012,

namanya Pelita Ayu Cahyani dan usianya baru 1 tahun 8 bulan…. sebulan lebih dia terbaring di bangsal kanker anak RS. Sardjito Jogjakarta karena menderita tumor ginjal.

perkenalan saya dengan Pelita Ayu Cahyani diawali dari sebuah pesan singkat oleh seorang kawan mengabarkan kondisi Pelita Ayu Cahyani yang ditelantarkan oleh RS. Sardjito karena orang tuanya tak mampu membayar biaya pengobatan yang memang jumlahnya sangat besar. malam itu juga saya dan beberapa orang kawan pergi ke RS. Sardjito, setelah sebelumnya mengumpulkan sedikit uang.

sesampainya di RS. Sardjito, kami langsung bertemu dengan orang tua Cahyani, satu persatu kawan saya bergantian masuk kedalam ruang steril bangsal kanker anak, tapi saya tidak masuk; lebih tepatnya saya tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melihat kondisi bayi mungil yang harus menahan sakit.

“liat darah saja sudah bikin saya pusing, apalagi harus liat kondisi putri bapak” ujar saya saat dipersilahkan masuk kedalam bangsal yang merawat anak-anak penderita kanker.

dan kami pun; saya, Pak Narsilan (orang tua Cahyani), dan beberapa kawan lainnya duduk di lorong rumah sakit, kami berbincang mengenai kondisi Cahyani sampai akhirnya ditelantarkan oleh pihak rumah sakit.

“hanya infus saja yang diberikan, anak saya tidak dikasih obat alasannya obatnya habis” kata pak Narsilan sambil memejamkan mata dan bersandar di tiang-tiang besi penyangga atap rumah sakit, menarik napas berat seperti sedang menanggung beban yang tak sanggup dipikulnya.

kami pun menghibur pak Narsilan, bercerita mengenai kegiatan kami dan bagaimana kami bisa mendapatkan kabar tentang kondisi Cahyani.

“saya hanya berharap adanya sebuah keajaiban dan anak saya bisa sembuh, apapun akan saya lakukan agar anak saya bisa kembali sehat” ujar pak Narsilan. dan saya melihat ada setitik air bening di pelupuk matanya….

lama kami terdiam, dan keheningan itu pecah karena ponsel saya berdering, layarnya berkedip-kedip menunjukkan deretan angka yang tidak saya kenal namun tetap saya jawab juga. ternyata salah seorang kawan dari sebuah komunitas @PagiBerbagi yang menelpon. yaa saya sempat menghubunginya dan bercerita tentang kondisi Pelita Ayu Cahyani. dia pun berjanji akan mengabarkan kondisi Pelita Ayu Cahyani kekawan-kawan komunitasnya.

jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, dan saya pun berpamitan kepada pak Narsilan. jabat tangan erat juga ucapan terimakasih pun meluncur dari bibirnya. kami menjanjikan bahwa kami akan membantu sebisanya agar pihak rumah sakit melaksanakan tugasnya tanpa membeda-bedakan pasiennya.

“saya orang kecil, apapun yang dibilang dokter saya nurut saja, padahal saya sudah tidak tega liat kondisi anak saya yang bahkan tidak diberikan obat apapun” kata pak Narsilan.

malam ini, sekali lagi saya dan kawan-kawan melihat bahwa untuk hidup diperlukan uang, dan memang orang miskin sebaiknya jangan sakit, atau bahkan tidak boleh sakit karena tidak ada ruang dan fasilitas bagi kaum pinggiran.

apakah negara bisa memberikan keajaiban bagi Cahyani-Cahyani yang sedang menahan sakit? apakah negara mampu berlaku adil bagi Cahyani-Cahyani?

aahh negaraku, sudah lupa dengan rakyat kecilnya……

dan kami pun meninggalkan bangunan besar RS. Sardjito, bangunan yang berdiri tegak diatas kesombongan sebuah sistem yang tunduk pada uang…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s