kepada yang……..(hampa)

pada tembok dingin, ku panggil namamu, hanya sekedar pengingat ada dirimu yang terselip digurat-gurat pikiranku…sekedar pengingat bahwa seringkali pikiranku terhenti ditengah riuhnya arus otakku, dan cukup membuat aku memejamkan mata untuk menggoreskan garis-garis wajahmu

pada tembok yang dingin itu, aku berbisik, menyelipkan harap menemukan pesanmu diantara deretan-deretan pesan di kotak suratku, kadang mataku menipu angka ganjil itu berubah menjadi genap dan kamulah yang menggenapinya, dan kadang aku memberi senyum pada bapak tua itu berharap dia membawa sepucuk kabar darimu……

pesanmu adalah rangkaian yang diberikan oleh semesta, digoreskan oleh malam dalam pekat, terbujur antara jarak. dan ganjil tetaplah ganjil, tak ada yang mampu melengkapinya, sedang kabar darimu adalah rangkaian senyum dari yang asing yang kutemui dijalan…..

 

kepada yang…………………

hampa, karena semua menggema…memantulkan suara-suara imaji memenuhi rongga-rongga kehidupan bahkan saat aku lelap…..

 

kepada tembok yang dingin…..hampa adalah kawan, dan kuberi dia namamu, sebagai pengingat…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s