Selamat Jalan kawan….

07.48 pm

dan kematian datang, seolah dia tamu yang tak pernah diinginkan…tapi kematian adalah yang konstan dari semesta, membuat kehilangan serupa debu, lenyap dan waktu terus bergulir, menggelinding tanpa henti dan kematian akan mengetuk pintu yang lain…. 

saya baru saja selesai latian taekwondo untuk persiapan pertandingan yang tinggal 2 minggu lagi, tiba-tiba hape saya berdering dan dilayarnya menampilkan nama kawan lama saya dari Manado.

“Rin, masih Ingat Nesrine Ronge gak?” isi pesan kawan saya

agak heran juga kenapa kawan saya menanyakan seseorang yang saya sendiri pun (agak) lupa….lama saya berpikir, menggali ingatan saya tentang Nesrine Ronge, karena sudah lama sekali saya meninggalkan kota kelahiran saya, meninggalkan kawan-kawan dari kecil.

Nesrine Ronge, teman sekelas waktu SMP, dia selalu duduk di barisan belakang saat dikelas, gadis kurus yang rambutnya ombaknya selalu digerai, dan berjalan selalu menundukkan kepala. dia selalu berbicara dengan suara yang sangat pelan sekali….

itu ingatan saya tentang Nesrine Ronge…

“ehmm masih Prit, emang kenapa?” balas saya

“Dia meninggal semalam, padahal bentar lagi dilantik jadi dokter…”

kaget, perasaan wajar ketika kita mendapatkan sebuah berita yang cukuplah membuat sistem diri terhenti untuk sepersekian detik….padahal sebentar lagi dia akan menjadi dokter, profesi yang sangat prestisius, yang banyak didamba oleh orang kebanyakan…..

tidak banyak kenangan yang saya miliki bersama Nesrine Ronge, yang benar-benar tersisa adalah bahwa saya dan teman-teman memanggilnya “Echi”. saya bahkan lupa apa pernah saya dan Echi mengerjakan tugas bareng? apa pernah kita main bareng? melakukan kenakalan khas ABG? saya bahkan tidak dapat mengingat apa yang pernah saya lalui dengan kawan SMP-SMA saya itu….

“sampaikan rasa belasungkawa ku ya Prit…semoga keluarga bisa tabah” isi pesan singkat saya.

People easily come, celebrate their presence with laugh and joy, but people also easily go, with cry and sorrow…what hurt the most is the memory, memory about the people who got away….

Nesrine, bagi saya dia hanya sekedar kawan, kawan lama yang bahkan saat saya harus pindah dari kota kelahiran saya, ingatan tentang dirinya tidak terlalu penting, tapi bagi orang lain dia adalah poros, dia adalah “SESEORANG” maka Tuhan pun memanggilnya , menjadi penghuni langit…..

setiap orang serupa satelit, saat bertemu membuat sebuah cerita, dan saat berpisah cerita itu akan terburai bisa hilang atau mungkin mengendap menjadi sesuatu yang disebut KENANGAN…

selamat jalan kawan, langit rumahmu, dan bukankah tidak ada yang paling damai selain kematian?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s