Lalu, Kini, dan Sekarang

tok..tok…
suara ketukan menggema diantara sepi, Kini berjalan, langkahnya pelan sepelan waktu yang melambat. Ketukan di pintu itu seperti nada-nada yang pernah dia nyanyikan dulu.

tok…tok…tok….
tok..tok
to…kk….

tangan Kini menempel pada daun pintu pondoknya, dia menempelkan telinganya mendengar nada ketukan yang pernah dia kenal….. “Lalu…” bisik Kini….

Kini membuka pintu, dan dia melihat Lalu, berdiri dengan cara yang sama. Lalu tersenyum dan berkata “hai”
Kini diam tertegun, dulu akan ada seraut senyum dan tangan yang terulur melingkar di leher kokoh itu….

“boleh aku masuk?” tanya Lalu yang sepertinya telah melalui perjalanan panjang. tak ada sinar diantara celah matanya, bingkai bening menutupinya, namun Kini masih bisa menangkapnya. dia terlalu kenal Lalu, sangat mengenalnya.

“masuklah….” kata Kini, namun pintu tidak dapat terbuka lebar….

“ada Sekarang yang sedang duduk…” ujar Kini…

Lalu masuk dan mendapati sesosok bayangan duduk didepan sebuah meja bulat berkaki tiga. Sekarang duduk ditempat yang pernah ditempati Lalu….

“Dia……?” tanya Lalu

“Ya…” jawab Kini

“kenapa bayangan?” tanya Lalu…

“entahlah…” jawab Kini lirih.

ada pusaran-pusaran dulu yang masih menggenang dalam biasan bayangan. lebur dalam api masa lalu, dan merayapi sel-sel otak. penuh, kotak itu pun terbuka, bagai putaran film, kisah Kini dan Lalu tak berjarak…Sekarang hanya diam, tak tersentuh oleh kisah Lalu dan Kini, entah apa yang dipikirkan oleh Sekarang, hanya fisik yang yang ada ditempat, sedang pikirannya melayang….memang Sekarang adalah Bayangan…..

“sampai kapan?” tanya Lalu

diam….ada sedikit titik yang menggenang di mata kecil Kini

“mari pergi…bersamaku, kita hidupkan dulu..” ucap Lalu yang menggandeng tangan Kini…

Kini menatap dalam mata yang pernah menundukkan hatinya, mata yang membuat matahari enggan tuk membakarnya….

“aku akan menunggu Sekarang…..” jawab Kini

Aku akan menunggu Sekarang sampai dia berwujud, tak lagi serupa bayangan tak lagi mengambang. aku akan menunggu Sekarang hingga dia mampu mengangkat kepalanya dan melihat ada diriiku dihadapannya…aku akan menunggunya……

“aku pun akan menunggu mu…..” kata Lalu sambil berjalan keluar…

Kini duduk dihadapan Sekarang……
“lihat aku Sekarang, ada aku dihadapanmu, bagaimana aku bisa memilikimu, fisikmu tak berwujud bahkan tak ada aku dipikiranmu, aku butuh ingatanmu untuk mengingatku sebelum waktuku habis…” isak Kini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s