beradu

diantara punggung-punggung yang membatasi jarak pandang

mata saya menatapmu, disela-sela jarak, diantara jeda…

disudut itu kau berdiri, menatap nanar pada satu titik, entah siapa atau apa yang kau nanti tapi bahkan bayang pun tak sanggup mendekatimu

sepersekian detik saya melihatmu, dan diantara riuhnya arus pikiran, tawa alam dan punggung yang menghalang

mata kita beradu….di sepersekian detik saya memasuki celahmu

di sepersekian detik kita beradu….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s