WAKTU

Selama ini saya selalu berkawan dengan waktu

berbincang dengannya, memakinya terkadang dan seringnya memohon kerendahannya agar berjalan seperti yang saya inginkan…sayang waktu terus berjalan dengan ritme yang telah diatur oleh sang penguasa…serupa robot, hanya penciptanya saja yang berhak atas dirinya

Waktu,

saya berkawan dengannya, menjadi karibnya, menapakinya dan menghitung butir-butir waktu yang terlewat. seringnya saya memohon agar bisa kembali saat saya menengok ke masa lalu dan merasa ada hal yang tertinggal, ada penyesalan, ada yang harus saya selesaikan. sayang, waktu tetaplah waktu, serupa kereta yang tak pernah mampu kembali kebelakang, tak pernah mampu memutar kemudi kembali ke jalan awal

selama ini waktu menemani saya merayapi kesunyian, merayakan kebisuan tanpa harus meratapinya…..

WAKTU

ada yang harus saya lakukan untuk dia yang di utara, entah saya tak pernah tahu akan kemana rencana ini bermuara, ada setumpuk bingkisan tentang dia yang akan saya hantarkan…..

saya ingin mengintip sedikit celahmu wahai waktu, untuk sekedar melihat tentang semua yang tertulis untuk diri ini, sekedar untuk melihatnya sedikit agar nanti bisa menapak……

WAKTU,

ada sebuah harap yang saya titip untuk dia yang di utara, tolong katakan padanya bersabarlah, saya akan datang kembali sekedar untuk menyapanya, menyapa dia dan mengetuk pintunya, meminta sekali lagi agar saya bisa berteduh didalamnya…..

Waktu, bantu saya…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s