tentang “Parade Senja, Secangkir Teh dan Sepinggan Gorengan”

…saya hanya ingin memberikan sebuah kenangan, karena kenangan yang terkumpul bersama denganmu selama 365 hari adalah inspirasi untuk saya, dan saya akan mengumpulkannya menjadi sebuah perjamuan tentang kenangan, perayaan untuk merayakan kenangan….

ada lubang yang menganga saat dia pergi, saya menghabiskan waktu dengan mengacaukan ritme hidup saya, pergi bersembunyi dan bahkan menghentikan nada waktu….saya kacau dan kehilangan fokus….saya masih berpura-pura tidak terjadi apa-apa, saya masih menganggap bahwa saya dan dia masih menjadi KITA, saya masih menangisi waktu, saya menyalahkan jarak, saya memaki takdir…saya tetap kehilangan dia

saya patah hati…..

ada perayaan kecil yang saya siapkan untuk dia saat dia kembali nanti, sebuah bingkisan untuk mimpi yang terwujud, untuk 365 hari terbaik dalam hidup, untuk kenangan, untuk rasa….saya merangkumnnya dalam sebuah bingkisan kecil yang akan menyambut kepulangannya

dan semua berubah, dia akan tetap kembali tapi tak ada saya yang menyambutnya…aahh siapa bilang saya tidak bisa menyambutnya….senja masih saja saling menyapa, teh masih hangat dan nikmat dan gorengan masih saja tersaji dalam kesederhanaan…

Parade Senja, Secangkir Teh dan Sepinggan Gorengan

adalah proyek pribadi, sebuah persembahan untuk merayakan kenangan, mengabadikan dia dalam ingatan, karena dia adalah inspirasi bagi saya…

senja itu selalu indah, seperti katanya bahwa senja itu tak hanya milik saya ataupun dia, namun juga milik orang yang jatuh cinta, yang patah hati, yang kehilangan dan ditinggalkan….

saya pun mencoba merangkum senja itu dan menerjemahkannya kedalam sebuah karya, sebuah perayaan yang dirayakan oleh banyak orang…patah hati, jatuh cinta, kehilangan dan ditinggalkan pun harus dirayakan..seperti sebuah parade…..parade senja….

saya pun menghubungi kawan saya, mba Widi untuk membantu saya mewujudkan ide-ide yang bermain di kepala saya. saya berkata padanya bahwa saya patah hati dan butuh ruang untuk mengeluarkan semua rasa saya, dan dia pun mereseponnya yang ternyata dia pun sedang patah hati dengan temannya….

malam tadi kami berbincang banyak dan menyusun konsep acara ini, dan kami sepakat bahwa ini adalah  penciptaan ruang bagi seni yang terkotak-kotak…sebuah ruang untuk mempertemukan seni dan berbincang mengenai seni yang tak berbatas….sebuah ruang yang mempertemukan keberagaman, merayakan kehilangan dalam bentuk pesta seni, selayaknya pasar dimana orang bertemu dalam sebuah ruang dan saling menyapa dan berbagi….

saya tak menyangka bahwa akan banyak sekali yang membantu saya mewujudkan proyek kecil ini, dengan dana yang terbatas…terimakasih…..

berawal dari mimpi bahwa saya dan dia masih bersama, maka saya tak ingin mengakhiri mimpi saya, dia yang pernah berkata bahwa hanya dia yang mampu mengirimkan senja, kali ini sayalah yang menjemput senja dan menyuguhkannya dalam cangkir teh ditemani sepinggan gorengan kenangan yang hangat….

untuk yang diutara….senja akan datang padamu…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s