…sebuah undangan

galeri siang ini,

ada pesan yang mampir di ponsel saya, aahh nomor asing dan saya tidak mengenali nomor itu. saya pun membaca pesannya...

“sudah baca apa yang saya kirimkan melalui emailmu?” tidak ada nama atau keterangan apapun mengenai pengirim pesan. melalui ponsel saya pun membuka email, dan ada memang ada email masuk…ternyata dari dia, Bi.

aah sayangnya ponsel saya tidak mendukung untuk melihat attachment fileĀ 

“nanti saja deh bacanya di kos” ujar saya dalam hati.

hujan deras mengguyur kota Jogja sore ini, seperti biasa saya selalu menyukai saat-saat terjebak dengan hujan….seperti biasa hujan selalu tenang dan membuat saya tenang…

tapi saya rindu senja…rindu senja dan karang….

sesampainya di kos saya pun langsung menyalakan laptop tersayang dan mengaktifkan koneksi internet, saya tidak menghiraukan beberapa catatan pengingat hal-hal yang harus saya lakukan selama Desember-Januari ini….saya hanya ingin cepat-cepat membaca apa yang dikirimkan oleh dia.

…dan ternyata itu adalah sebuah surat undangan, undangan pertunangannya dia……dan tiba-tiba saja saya merasa ada di suatu waktu yang lalu bersama dia….kembali ke waktu yang dulu

waktu menenggelamkan saya pada pusaran kenangan, seperti sebuah kaset yang kembali memutar rangkaian cerita lama….

dimulai dari perkenalan denganmu, patah hati untuk pertama kali, meminta dirimu untuk berjalan bersamaku, pertengkaran pertama kita, jarak yang mengikat, ketidakpercayaan, mencoba bertahan, menertawakan kekonyolan, kebodohan, tangisan, teriakan, makian…semua itu sudah kita rasakan…

“salju sudah turun, sudah dari bulan-bulan kemarin, dinginnya menusuk, semua putih…aahh saya tidak lupa menyimpan salju pertama yang turun ke bumi..satu hal yang tidak bisa saya simpan adalah suara salju….”

itu yang kamu tuliskan di email yang kamu kirimkan…

ada kotak coklat yang berisi semua kenangan…botol-botol kaca berlabel salju di setiap tahun sejak kamu pergi melanjutkan kuliahmu di negeri paman Sam itu, daun-daun kering dari musim gugur, daun pertama yang muncul saat musim semi, prangko, surat, potongan coklat..aaahh terlalu banyak

ingin rasanya memelukmu saat ini, atas nama sebuah persahabatan, toh kita pernah kehilangan dan kini kita berusaha untuk menemukan…..rasanya saat ini ingin menonjok bahumu dengan tangan ini dan menarikmu dalam pelukanmu…

“aku bertemu dengannya, kami rekan kerja, saat itu hujan dan dia menawarkan tumpangan padaku…beberapa kali bertemu dengannya dan cinta datang karena terbiasa bukan?” ucapmu saat kau mengatakan bahwa kau telah jatuh cinta lagi….

saat ini hujan deras, dan saya membaca lagi undangan yang dia kirimkan, tiba-tiba ponsel saya berbunyi, ada pesan masuk

saya akan tiba jam 8 malam ini di Jogja….mampir sebentar sebelum ke Manado

saya tersenyum membaca pesannya….

hujan sore ini, ahh dan saya tiba-tiba rindu karang dan senja….

karang apa kabarmu di utara?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s