seperti mengalir di sela-sela jari

ini sudah 47 hari sejak november tanggal 5 kemarin, saya masih belum menempatkan titik di akhir kalimat. titiknya saya simpan…

dan dia tak tersentuh, entah apa yang menahan saya, anggap saja saya ini seorang jendral yang sedang menyusun strategi perang dan saya harus benar-benar memperhitungkan setiap detik kemungkinan…

dan rasa takut itu datang, kembali mengetuk ruang-ruangku, apa kabarmu? apa kamu telah kembali wahai pengelana? 

waktu, rasanya seperti mengalir di sela-sela jari serupa air hujan yang coba untuk digenggam, mewadahinya dengan tangan….

karang, 
I miss you, I miss us, I miss our argument, I miss our reason
I miss you, and I miss everything that we accidentally missed….
I just miss you….
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s