diam-diam, aku masih merindukanmu diam-diam

diam-diam, aku menulis sajak rindu untukmu diam-diam, maunya kuselipkan dibalik bantalmu agar saat bangun kau temukan aku dan sajak rinduku

sayang, aku hanya mampu merindumu dalam diam, bukankah kita memang terjebak dalam keterdiaman…

diam-diam aku akan menyelinap di mimpi mu, jika pun tak bisa aku akan menjelma menjadi ribuan detik yang seperti angin berputar didunia

jika kau bangun esok, tolong liat dibawah bantal mu, dibalik pintumu, didinding kamarmu, ada rindu yang kuukir diam-diam

diam-diam, aku masih merindukanmu diam-diam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s