puisi #1 – percakapan rintik hujan

rintik hujan itu mengetuk-ngetuk jendela kamar, serupa dahan pohon yang berisik beradu dengan angin…
”ada pesan?”  tanya rintik itu..
”masih berapa banyak rinai yang kau punya?” tanyaku
”banyak, cukup banyak…” jawabnya
lama saya mendengar ketukan rintik hujan di jendela kamar, seperti serdadu mau pergi perang…
Serdadu perang yang hilang dikenangan…
”ada pesan?” tanyanya lagi.
Saya diam tertegun, harusnya saya yang bertanya apakah dia membawa pesan untuk saya?
”apa kabar senja?kapan dia pulang?” tanya saya.

Dan rintik pun mengerang,..habis….luka…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s