puisi #4 – #ung

bertanyalah dermaga tua itu pada biduk kecil

”kemana lagi kau akan berlayar?tidakkah lelah kau arungi samudra itu?”

biduk kecil berkata lirih

“ada dermaga-dermaga lain yang ingin kudatangi, samudra belum cukup tuk diselami”

dermaga tua diam membisu….

kau pergi berlayar, saya disini menjadi tua, usang dan koyak sudikah kau mampir nanti? entah membawa salam senja, atau mungkin bisumu……

karena diammu serupa keping waktu yang saya susun di jalan-jalan agar nanti kau tau jalan pulang, menemukanku, menunggu..tak mengapa berkawan dengan bayang, setidaknya bayang adalah kamu yang bersembunyi dari luka dan takut

Jogja, saat malam dan gerimis, saat saya rindu  menyapamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s