Tentara dan HAM

*tulisan ini bukanlah tulisan ilmiah, ini hanyalah sepenggal pendapat saya tentang kehidupan tentara

malam ini seperti biasa saya menjelajahi dunia maya, aktivitas yang telah menjadi semacam ritual wajib sebelum tidur. mata saya tertuju pada  akun @nicowijaya yang memposting sebuah link portal berita yang memberitakan soal 8 orang anggota TNI yang tewas (baca beritanya disini). @nicowijaya melalui akun twitternya mempertanyakan apakah HAM (Hak Asasi Manusia) pun berlaku untuk korban yang berasal dari militer?

ingatan saya membawa saya saat masih duduk di kelas 3 SD..

Manado: malam bulan purnama, malam ini tidak ada anak-anak kecil yang bermain di halaman depan rumah mereka, tidak juga saya dan adik-adik saya. saat itu saya melihat ibu sedang melipat pakaian dinas bapak, semua pakaian loreng bapak dilipat rapih, tangan ibu sedikit bergetar. bapak belum pulang, kata ibu bapak masih latihan dilapangan. saya ingat waktu pulang sekolah; saya, adik saya dan juga teman-teman sekolah saya mampir kelapangan didekat rumah, yaa rumah saya adalah kompleks perumahan tentara di daerah Bitung-Sulawesi Utara. saat itu saya melihat banyak sekali tentara dengan baju loreng, muka yang coreng-moreng dan juga badan yang ditutupi rumput-rumput…kami biasanya memanggil mereka ‘om rumput’. mungkin malam ini mereka masih latian dan masih jadi ‘om rumput’

sudah tengah malam saat saya dan adik saya dibangunkan ibu..”bapak mau pamitan” kata ibu waktu itu. kami pun langsung bangun, menuju ruang tamu, bapak sudah menunggu dengan memanggul tas ransel hijaunya, pakaian loreng lengkap dengan baretnya. saya masih amat sangat mengantuk saat bapak menggendong saya, dan kemudian dia juga menggendong adik saya yang bungsu, yang usianya belum genap 2 tahun saat itu. kami pun berjalan keluar, dihalaman sudah menunggu truk tentara, saya melihat teman-teman saya juga ada disitu, bapak mereka sedang berpamitan juga rupanya. malam itu bapak pergi….pergi bersama tentara lain. 

saya tidak pernah tahu bahwa bapak akan pergi ke timor-timur, bahwa bapak akan menghadapi perang…selama ini saya mengira bahwa bapak pergi latihan, bahwa bapak akan bermain dengan rumput-rumput saja, bahwa bapak akan menjadi ‘om rumput’ yang memegang senjata dan berguling-guling di tanah lapang. saya tidak pernah berpikir bahwa bapak bertaruh nyawa disana, jauh dari keluarga…

 sejak kepergian bapak, semua berubah, entahlah perasaan saya saja atau…..ya mungkin memang perasaan saya saja. setiap sore pengeras suara dari kantor bapak memanggil beberapa nama, nama para tentara, tentu saja istrinya yang dimaksud, karena tentara tersebut ada didaerah lain, mereka pergi bersama bapak saya. setiap nama bapak saya dipanggil wajah ibu berubah, kadang tegang, kadang cemas, dan seringnya setelah beliau pergi pasti wajahnya tersenyum, ternyata ibu mendapat kabar tentang bapak. setiap malam pun ibu selalu bercerita, bukan dongeng, tapi bercerita tentang bapak, tentang monyet yang dipelihara bapak di hutan, tentang apa yang bapak makan, tentang foto yang dikirim ibu ke bapak, tentang kartu pos yang dikirim bapak…tentang bapak…

sekian bulan berlalu, bapak belum pulang juga, keadaan dilingkungan rumah semakin aneh. setiap provost datang suasana rumah sangat tegang, ibu selalu menyuruh kami masuk kedalam rumah. dan setiap provost mengetuk satu pintu rumah pasti ada yang menangis dalam rumah itu.. saya tidak tau kenapa…

entah sudah berapa kali lebaran yang kami lewati tanpa bapak. suatu pagi ibu berkata “besok tidak usah sekolah, besok bapak pulang..” saya dan adik saya pun bersorak, bersorak karena besok tidak sekolah…ternyata sorakkan kami pun sama seperti sorakkan anak-anak lain di kompleks perumahan itu. 

Pelabuhan Bitung, sudah dari pagi saya, adik saya, ibu dan banyak sekali anak-anak serta perempuan yang mengenakkan baju seperti baju yang dikenakan ibu, baju berwarna hijau, menunggu di pinggir pelabuhan. saat matahari mulai tenggelam tiba-tiba ibu dan beberapa perempuan lain berdiri, berdesak-desakkan, ibu saya menitipkan saya ke mba yang selama ini memang menjaga saya dan adik saya saat ibu tidak ada. ibu hilang ditengah kerumunan perempuan yang memakai baju yang sama dengan ibu. 

ada suara tangis, ada yang berteriak, ada yang dibopong kesebuah tempat karena pingsan…suasana kacau…saya dan adik saya dibawa mbak pergi ke penjual bakso, kami pun makan bakso di pelabuhan, ibu belum juga datang dan sudah malam….

tiba-tiba saya melihat ibu berlari, wajahnya bingung, mungkin mengira anaknya hilang ditengah kerumunan..mungkin. mbak pun berteriak memanggil ibu, dan ibu pun menghampiri kami, dan kemudian membawa kami kesebuah tempat. disana banyak sekali tentara yang berbaris….kami menunggu sampai barisan tentara itu bubar. adik saya tiba-tiba berteriak “bapaaakkk” tapi bapak tidak menengok. setelah menunggu lama barisan itu pun bubar, ada seorang tentara berlari kearah kami…”itu bapak” kata ibu…ya itu bapak…

itu sepenggal ingatan saya tentang bapak, saya cukup beruntung bahwa bapak pulang dengan selamat. karena banyak teman-teman saya yang tidak bisa lagi berjumpa dengan bapaknya.

“enak ya bapak kamu pulang, bapakku kok gak pulang ya?” ucap kawan bermain saya. tak berapa lama dia pun pindah dari kompleks perumahan kami. dan saya pun tahu bapaknya gugur saat bertugas bersama bapak saya.

beberapa tahun lalu, saya pernah bertemu dengan mantan pejuang kemerdekaan Timor-Timur, kami bercerita banyak tentang kondisi Timtim saat itu, dan salah seorang kawan pun berkata bahwa saya adalah anak tentara. saya tidak menaruh curiga saat itu ketika dia banyak menanyakan soal bapak saya, kemana bapak pernah bertugas, sampai akhirnya ada seorang kawan yang menghentikan pembicaraan dan mengajak saya pulang. saat itu sudah subuh. saya dibawa kekos kawan saya, dan kemudian dia mengatakan sesuatu yang membuat saya terkejut, dia sedang berjuang untuk menuntut operasi militer TNI di Timtim, dia menuntut keadilan HAM untuk warga Timtim, dan yang dituntut adalah militer Indonesia. kawan-kawan saya pun ‘menyembunyikan’ saya dan secara diam-diam mengantar saya pulang kembali ke semarang.

saya aman……

saat pemerintah berencana menaikkan harga BBM di pertengan tahun kemarin, protes besar-besarn terjadi, demonstrasi dimana-mana, termasuk di Jogja. saat itu saya tidak ikut demonstrasi, yaa saya pikir masih ada cara lain selain demonstrasi di jalan dan membuat kemacetan.. “saya memilih cara lain untuk protes” kata saya pada seorang kawan yang saat itu menanyakan alasan saya tidak ikut demonstrasi. sampai suatu malam saya mendapat pesan singkat menyuruh berkumpul di basecamp di sebuah unuversitas di Jogja, saya pun membawa beberapa logistik untuk mereka. ternyata agenda saat itu adalah konsolidasi untuk aksi demo. saya memilih pulang.

keesokan harinya saya bertemu kawan saya dikampus, menanyakan tentang aksi mereka. kami berbincang-bincang tentang rencana aksi sampai akhirnya salah seorang kawan menyeletuk :

“kalau ada tentara atau polisi lewat saat posko itu kami serang, pasti akan saya ikut bakar juga pake bensin itu”

damn! saya tahu mereka membenci militer, tapi apakah mereka tahu bahwa militer yang berada dilapangan adalah budak-budak negara? mereka tidak tahu bahwa tentara pun memiliki keluarga, ada keluarga yang menanti mereka dirumah.

saya pun berdebat dengan kawan saya…..dan dia berkata soal HAM yang seringnya dilanggar oleh tentara. saya tidak berkutik mendengar argumennya. yaa saya tidak tahu apa-apa tentang HAM.

yang saya tau, tentara hanyalah budak dari para petinggi militer, tentara hanya punya dua pilihan tembak atau ditembaki. saya tidak tahu apa-apa tentang HAM. saya tidak tahu apakah sebagai keluarga tentara saya bisa menuntut orang yang membunuh bapak kami atas nama HAM.

apa itu HAM, apakah HAM mampu mengembalikkan bapak kawan-kawan saya yang mati ditembaki orang, kenapa yang lain bisa menuntut atas nama HAM sedang kami, keluarga tentara tidak bisa? kemana kami harus meminta keadilan bagi nyawa bapak kami? Indonesia, apa itu HAM?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s