maaf untuk jelaga itu

“If you can love someone with your whole heart, even one person, then there’s salvation in life. Even if you can’t get together with that person.” (IQ84-Haruki Murakami)

betapa saya menyukai kata-kata yang dirangkai oleh Murakami, dan gilanya kadang saya merasa ada kesamaan dengan tokoh-tokoh yang dijabarkan Murakami dalam novelnya. seorang kawan yang pastinya kamu kenal pernah berkata

“pantas saja kamu suka Murakami, penulis absurd yang menikmati rasa sakit…seperti kamu” dan saat itu saya menentangnya, bahkan saya berpendapat dia salah, bahwa Murakami adalah penulis hebat…hebat sekali…

akhirnya kemarin kita mengamini tentang absurdnya Murakami. akhirnya ada juga yang menyukai karya Murakami pikir saya saat itu. dan Murakami pun menjadi bagian dari pertemanan kita, ya pertemanan…

02.35 am

saya mungkin adalah perempuan yang paling egois, tak mampu melihat bahwa ada seseorang yang menjelma menjadi satelit, satelit yang mengitari saya. aahh bodoh! umpat saya, bukankah selama ini sayalah yang menjelma menjadi sebuah satelit untuk planet masa lalu, untuk lelaki november saya, untuk lelaki yang selalu saya sebut namanya dihadapanmu.

saya pernah berkata bahwa sayalah perempuan yang hidup dalam kenangan masa lalu, yang memelihara luka, yang mengejar bayangan dia yang telah meninggalkan jejak dalam hati saya. tak cuma ribuan kali saya berkata dihadapanmu “saya tidak mau move on” kau tau alasannya khan? lelaki itulah yang mampu membuat saya tersenyum bahkan dalam luka sekalipun.

untuk kamu,

“As time goes on, you’ll understand. What lasts, lasts; what doesn’t, doesn’t. Time solves most things. And what time can’t solve, you have to solve yourself.” Haruki Murakami- Dance Dance

sumpah, saya tidak pernah bermaksud menggodamu dengan senyum yang menurutmu manis, saya hanya sekedar tersenyum…senyum yang sama yang saya berikan untuk kawan-kawan saya…dan ya Tuhan semoga kamu memaafkan saya atas sikap saya selama ini yang ternyata menarikmu dalam sebuah kekacauan perasaan. saya bisa bayangkan berapa banyak luka yang saya gores didirimu saat saya menyebut namanya…..saya tak bermaksud demikian, memang namanya serupa dzikir yang selalu saja saya sebut…

saya hanya mencintai sebuah bayang masa lalu, berusaha mengejarnya…saya mungkin perempuan paling bodoh yang tidak mengijinkanmu memasuki ruang yang saya tata untuk lelaki masa lalu saya, saya bodoh dan memang bodoh menolakmu untuk mengisi hari-hari saya….saya hanya mencintai laki-laki yang kini jadi masa lalu saya….

seperti yang saya katakan padamu di malam itu, “ini adalah sebuah pola yang terus berulang”

ya ini adalah pola yang berulang, sebuah pola saat diperjalanan, dikesendirian kita bertemu dengan orang yang baru, berkenalan dan jatuh cinta, tapi tahukah kamu saya benci pola itu karena saat ini saya sangat menikmati kesendirian saya…aahh saya tidak benar-benar sendiri, ada bayangan kenangan, sudah cukup bagi saya.

saya hanyalah seorang perempuan yang bertemu denganmu saat luka masih menganga, seperti serdadu perang yang terkena tembakan, berjalan tertatih dan berdarah.

saya hanyalah perempuan yang bertemu denganmu saat luka masih mengering tapi demi apapun itu saya tidak pernah bermaksud memintamu untuk menjadi orang yang mengobati luka ini, karena saya menikmatinya. karena luka itu saya mengenang lelaki saya.

kau pasti tau lirik lagu ini

I don’t care if it hurts
I want to have control
I want a perfect body
I want a perfect soul
I want you to notice when I’m not around
You’re so fucking special
I wish I was special

ya itu penggalan dari lirik lagu Radiohead-Creep, dan saya memang menyukainya bukan sekedar menyukainya tapi benar-benar menyukainya, sama seperti saya menyukai Laruku dan Psycho Le Cemu  band rock Jepang yang pernah saya ceritakan padamu…saya hanya ingin menjadi perempuan spesial bagi lelaki november yang kini menjelma menjadi bayangan. kamu tidak perlu menjadi satelit kini, ada banyak perempuan lain yang pantas berdiri disampingmu…hanya perempuan bodoh yang menolak laki-laki macam kamu, yang pintar dan hebat dalam banyak hal…dan itu saya….

maaf atas untuk jelaga yang menghitam..maaf untuk jelaga itu

demi apapun itu, maafkan saya…

untuk kamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s