kenapa hanya punggung yang terlihat saat berpisah?

saya pernah membaca salah satu cerpen yang ditulis oleh Dee, cerpen yang saya sudah lupa judulnya; bercerita tentang seseorang yang seumur hidupnya hanya mengetahui satu-satunya bagian dari ayam adalah punggungnya, ya hanya punggungnya…

hanya punggung, yang terlihat saat kita berpisah..hanya punggung yang kemudian saling berhadap-hadapan sampai akhirnya hilang ditelan ujung jalan. hanya punggung yang terlihat.

dari kita pasti sering sekali berkata ‘sampai jumpa’, ‘cabut dulu ya’, ‘bye’ kemudian berbalik memunggungi atau bahkan saling memunggungi. pernahkah kita sadar bahwa kemudian punggung adalah hal yang paling akhir yang kita lihat dan juga yang paling terakhir yang kita ingat? karena mungkin setiap perpisahaan adalah perpisahan yang abadi.

kenapa hanya punggung yang terlihat saat kita berpisah? bisakah kita berjalan mundur kemudian mengamati dengan seksama, merekam setiap detail raut wajah mereka yang harus kita tinggalkan atau meninggalkan kita? karena punggung adalah hal paling akhir yang kita lihat, lalu mengapa kita tak pernah mengingat tentang punggung?

punggung adalah hal terakhir yang terlihat, dan menjadi yang paling akhir yang diingat karena tak ada yang ingin mengingat sebuah perpisahan

kelak jika saya pergi, maka saya ingin sekali mengukir senyum di punggung saya, sama halnya dengan wajah yang selalu tersenyum…

Advertisements

One thought on “kenapa hanya punggung yang terlihat saat berpisah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s