Kisah tangis

di sebuah ruangan,

sepasang tangis berbincang tentang lalu, menghitung kerikil waktu yang dilalui, mengukur jarak dan menyusun keping kenangan…

sepasang tangis dalam ruangan terdiam hingga satu tangis berkata “kita harus berhenti disini saja” sambil menatap nanar pada satu keping kenangan yang belum juga ditaruh diatas papan puzzle yang sedari awal mereka susun.

tangis yang lain menatap kedalam mata tangis yang satunya, mencoba meyakinkan dirinya bahwa ini hanya sekedar gurauan saja. hanya sepi yang ditemukannya, luka yang masih menganga dan denyut takut yang bergetar didada tangis yang satu itu.

“jika itu yang kamu mau” kata tangis yang lain pada tangis yang satu itu. tangis yang satu itu pun pergi, meninggalkan tangis yang lain tenggelam dalam genangan tanya. tangis yang satu sudah pergi, gelap turut serta menemaninya. duka datang menemani tangis yang lain yang merapal doa bagi tangis yang satu itu. doa yang biasa dia rapalkan saat langit menelan senja.

tangis yang lain masih menggenggam keping kenangan yang berukirkan ‘rindu’ ditangannya. dia merasakan ada titik air menggenang di sudut matanya. tangis yang lain tak ingin menangis, dan semua dia tahan dalam rongga hidupnya.

waktu masih berjalan seperti biasa, 432000 detik hingga kini sudah dilewati tangis yang lain…menatap senja dan seringnya bertanya pada angin tentang kabar tangis yang satu itu.

“saya rindu dia” bisiknya pada tanah yang basah selepas hujan. disembunyikan genangan air di sudut matanya pada rintik hujan….

tak terucap kata meski hanya sekejap, hanya duka dan air mata yang bicara*

di sebuah ruangan,

tangis yang lain memegang keping kenangan yang tak sempat dia tunjukkan pada tangis yang satu itu… dia membaca kata yang terukir di kenangan itu ‘menanti’

matanya nanar menatap kearah pintu yang mengarah kejalan, kejalan yang mengantarkan kepergian tangis yang satu itu…

“suatu saat, suatu saat saya akan bertemu dengannya…” gumam tangis yang lain

….tempat yang berbeda, di hari yang tak sama…..

inspirasi dari lagu Percakapan Tangis oleh Jalan Pulang

Advertisements

4 thoughts on “Kisah tangis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s