Ung…ini sudah hari Rabu Ung

Ung,

betapa rindu aku memanggilmu nama, menyebutmu selayaknya dzikir yang dirapalkan berkali-kali.

ini sudah hari rabu di bulan mei yang cuacanya kadang basah kadang menyengat, senja pun terkadang hadir kadang lalai.

bulan mei sudah hampir habis Ung, apakah marahmu  pun sudah reda? marah yang menurutmu timbul atas ketidakadilan alam padamu, alam begitu Ung, tak ada yang adil jika semua tercipta atas ego manusia. ini sudah hampir di akhir bulan mei, apa kabar marahmu Ung?

Ung,

kau tau apa yang selalu saya lakukan di pagi hari? mengaktifkan ponsel saya (yang sebenarnya tak pernah saya matikan) membaca lagi pesan-pesanmu di dua tahun lalu….pesan di setahun lalu, aah masih sama saja, pesanmu masih membuatku tersenyum, namun ada sedikit nyeri di ulu…tenang saja Ung, aku mampu menahannya…

mencintaimu itu, 

seperti belajar lagi berjalan, jatuh, berdiri lagi, lalu jatuh lagi

seperti belajar berbicara, mengeja kata hingga mampu berteriak

ini sudah hari rabu Ung, sudah saya mau kekampus dulu, mau bimbingan skripsi dan mengulang beberapa mata kuliah..aah sial Ung, buku saya ketinggalan di kantor..saya lupa, apa benar buku saya ketinggalan di kantor?

ini sudah hari rabu Ung…..

saya masih saja rindu kamu…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s