sunyi itu lebih berisik…..

“aku memilih mencintaimu dalam kesunyian” itu tweet salah seorang kawan di jagad twitter. kalimat sederhana namun dalam (terlebih untuk saya yang masih saja bergulat dengan rasa patah hati).

bagaimana ada sunyi yang benar-benar sunyi? saya pun bertanya dalam hati, selama satu hari, 24 jam. 1440 menit, 86400 detik otak kita tidak henti-hentinya ‘berpikir’ entah sunyi seperti apa yang dimaksud oleh kawan saya; apalagi saat-saat jatuh cinta.

kesunyian itu jauh lebih berisik dibanding deru kendaraan dan suara nyaring klason di jalanan, kesunyian bahkan jauh lebih mematikan dibanding racun paling berbahaya dimuka bumi.

akhir-akhir ini saya sering sekali melakukan sesi moment of silence atau lebih kerennya bersemedi; hanya untuk menenangkan diri saya yang selalu saya ibaratkan seperti keping-keping karambol yang tak berhenti bergerak meski sudah menabrak keping-keping lain. saat-saat seperti itu dibutuhkan suasana yang tenang dan tidak berisik; disaat seperti itulah saya menemukan ‘kesunyian’ yang sebenarnya tidak benar-benar sunyi.

saat bersemedi itu saya mencoba mencari ‘kesunyian’ saya, berbicara dengan diri saya tentang hari, tentang perasaan, tentang mimpi…tidak ada sunyi yang benar-benar sunyi….

jika pun sunyi ada, saya ingin sekali dalam hidup saya tidak berpikir, merasa, mendengar, tidak benar-benar…aahh sunyi itu lebih berisik, bahkan jauh lebih berisik dari jalanan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s