pesta di tikungan jalan

ini bukan warna putih yang mereka ibaratkan janji, bukankah janji itu pun bisa diingkari

ini bukan pula merah muda yang manja merekah seperti senyum kekasih di pagi hari, dengan rambut basah dan aroma kopi yang menari didepan hidung

dan saya pikir ini pun bukan pula biru, entahlah terkadang biru itu terlalu sendu dan saya tidak suka, dan jangan pikir ini merah di kala senja; terlalu romantis!

mari berkemas, setelah pesta kemarin…mari kita pergi ke jalan yang aahh entahlah bagaimana bisa aku menjanjikan jalan mulus tanpa liku; lihat kita sudah di tikungan…

kita bungkus rapih doa-doa kemarin, kita buat jadi payung, dan bisa jadi doa itu pun dijadikan tombak kita berburu makanan.

lihat kita sudah ditikungan jalan, jangan berhenti, pesta usai..kita masih harus jalan….jalan lagi….

 

untuk sahabatku Yuke…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s