yang terselip disaat pergantian detikmu

saya ingin sekali (lagi) merangkai kata seperti tahun kemarin, untuk kamu, untuk detik yang berganti diharimu. 

ponsel saya berbunyi mengingatkan saya tentang sebuah tanggal, tanggal penanda kehadiranmu – kelahiranmu. kalender di meja kerja saya pun menandakan akan ada hari yang patutnya untuk dirayakan; dan saya mengingat kamu tidak ingin hari itu dirayakan, seperti katamu tahun kemarin “ini hari biasa saja”.

apakah kamu masih menganggap tidak ada yang perlu dirayakan? jika pun ya, ijinkan saya saja yang merayakannya, merayakan kehadiranmu – kelahiranmu.

dan detik itu pun tiba,

saya tidak tau doa apa yang harus saya rapal lagi, saya bahkan tidak tau kemana kata-kata itu pergi, hilang begitu saja…..mungkin kata sudah habis…mungkin kamu yang memang selalu membuat kata-kata saya hilang begitu saja.

Tuhan terimakasih atas kehadirannya” 

hanya itu doa saya, karena saya yakin doa dari yang lain telah berlomba-lomba menari memenuhi harimu…..

saya masih berharap bahwa ada kata yang memang terselip disaat pergantian detikmu. sama seperti keberanian yang saya coba rangkai untuk kembali menyapamu…

Selamat ulang tahun Ung…..

Advertisements

One thought on “yang terselip disaat pergantian detikmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s